riauidcom | Berita Riau Terkini

Ada Belasan Makam Raja di Komplek Situs Kerajaan Rambah‎ - riauidcom

Ada Belasan Makam Raja di Komplek Situs Kerajaan Rambah‎

Ada Belasan Makam Raja di Komplek Situs Kerajaan Rambah‎
Kepala Disparbud Rohul Yusmar saat meninjau situs makam Raja Raja Rambah berlokasi di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir

ROKAN HULU — Keberadaan kompleks makam Raja-Raja Rambah berlokasi di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, tidak terlepas dari eksistensi Kerajaan Rambah.

Pada ‎Selasa pagi (31/10/2017), Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rohul Drs. Yusmar Yusuf, M.Si meninjau makam Raja Rambah.

Di sela kegiatannya, Yusmar menyatakan Disparbud Rohul akan menginventarisir secara bertahap keberadaan situs makam-makam Raja Rambah tersebut, termasuk akan berkoordinasi dengan keturunan-keturunan raja yang masih ada, dan koordinasi dengan Bupati Rohul H. Suparman S.Sos, M.Si.

“Bagaimana ini bisa dijadikan salah satu objek yang mana bukan maksud kita semata mata mencari keuntungan, namun inikan religius dan history, untuk dipakai sebagai bahan pelajaran generasi kita di kemudian hari,” jelas pria yang pernah menjabat Kabag Humas Setdakab Rohul ini.

Berdasarkan beberapa keterangan dari masyarakat, ungkap Yusmar, kawasan makam Raja Rambah merupakan lokasi yang sakral, sehingga pengunjung tidak boleh sembarangan ketika berada di dalam kawasan, harus mematuhi aturan-aturan atau etika yang berlaku.

“Kita bukan mau sirik kepada tuhan, namun membutuhkan etika-etika tertentu untuk masuk, tidak sembarang dan tidak hura-hura, apakah namanya untuk ziarah, atau tujuan-tujuan tertentu yang tidak mengganggu dari situs yang ada ini,” kata Yusmar.

Kerajaan Rambah merupakan salah satu dari lima Kerajaan Melayu yang ada di Kabupaten Rohul dengan ibukota kerajaan yang pada awalnya berada di komplek Sungai Kumpai Desa Rambah, namun dipindahkan ke Pasir Pengaraian.

Kerajaan diperkirakan berdiri sekitar pertengahan abad XVII Masehi dan sudah menganut Agama Islam. Kerajaan Rambah memakai sistem Raja Empat Selo yaitu tiga anak raja, satu anak raja-raja. Secara hierarki, kerajaan tersebut masih punya pertalian saudara dengan Kerajaan Tambusai.

Pendiri Kerajaan Rambah adalah Raja Muda beserta rombongan, Sutan Perempuan. Raja Muda adalah anak dari Raja Kerajaan Tambusai, sedangkan rombongan dari Sutan Perempuan berasal dari Penyabungan.

Mereka mencari lokasi kerajaan dengan mengikuti arus sungai ke hulu. Mereka menemukan satu lokasi yang dianggap tepat dan menjadikannya sebagai kerajaan.

Bekas Kerajaan Rambah saat ini telah dimekarkan menjadi empat kecamatan, yaitu Kecamatan Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Kecamatan Rambah Samo, dan Kecamatan Bangun Purba.

Saat melihat kompleks pemakaman Raja Ranbah, pada salah nisan di kompleks makam, terdapat angka tahun menunjukkan 1292 Hijriah atau sekitar tahun 1871 masehi.

Kawasan situs makan Raja Rambah berlokasi di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Rohul, Riau

Dalam kompleks makam setidaknya ada sebelas (11) Raja Rambah di sana, seperti makam Gapar Alam Jang Dipertuan Muda, makam Mangkoeta Alam Jang Dipertuan Djumadil Alam.

Kemudian, makam Teonggol Kuning yang dipertuan Besar Alam Sakti, makam Poetra Mansyoer, makam Soeloeng Bakar yang Dipertuan Besar, makam Abdoel Wahab Yang Dipertuan Besar (Alm. Kajo).

Selanjutnya, makam Ali Domboer Jang Dipertuan Besar (Alm. Saleh), makam Sati Lawi Jang Dipertuan Besar (Alm. Pandjang Janggoet), makam Sjarif Jahja Jang Dipertuan Moeda, makam Ahmad Kosek Jang Dipertuan Djoemadil Alam, dan terakhir makam Muhammad Sjarif Jahja Jang Dipertuan Besar (Alm. Besar Tangan Sebelah).

Kawasan ini merupakan kompleks pemakaman raja-raja Rambah yang kedua. Lokasi pertama berada di Kampung Rambahan Tanjung Beling. Secara arkeologis, makam raja-raja Rambah menggunakan nisan tipe Aceh.

Keberadaan kompleks makam ini diperkirakan sudah ada di awal tahun 1800-an. Kompleks pemakaman dahulunya berada dalam kompleks istana Kerajaan Rambah yang berada di pinggir sungai Rokan Kanan dengan jarak sekitar 250 meter dari jalan raya Pasir Pengaraian-Dalu Dalu dengan jalan menuju lokasi pemakaman sudah ditembok.

Luas dari komplek pemakaman Raja Rambah sekitar 600 meter persegi (m2) dengan panjang 30 meter dan lebar 20 meter.

Luas keselurahan dari lokasi tersebut menurut data diperoleh seluas 4 hektar. Di areal 600 m2, terdapat 27 makam besar dan kecil. Dari data, makam yang kecil merupakan makam keluarga dari keluarga kerajaan.

Di sekeliling kompleks pemakaman, dilindungi parit dengan lebar 2 dengan kedalaman sekitar 2 sampai dengan 3 meter.

Kompleks pemakaman juga dilindungi pohon beringin sehingga menyebabkan beberapa makam yang berada di lokasi ini terancam rusak karena akar-akar pohon menjalar.

Makam yang berorientasi utara-selatan dengan tipe nisan Aceh. Selain itu, makam juga membedakan antara laki-laki dan perempuan. Jenis tipe nisan laki-laki berbentuk bulat sedangkan perempuan berbentuk pipih yang tiap makam memiliki motif yang berbeda-beda.

Tinggi dari nisan yang masih utuh sekitar 50-100 cm. Dari hasil pantauan di salah nisan terdapat angka tahun yang menunjukkan tahun 1292 H atau sekitar 1871 Masehi. (sof)‎

 

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan