riauidcom | Berita Riau Terkini

Aliansi Masyarakat Cipang Ngadu ke DPRD, Tolak Proyek Waduk Lompatan Harimau - riauidcom

Aliansi Masyarakat Cipang Ngadu ke DPRD, Tolak Proyek Waduk Lompatan Harimau

Aliansi Masyarakat Cipang Ngadu ke DPRD, Tolak Proyek Waduk Lompatan Harimau
Warga dari empat desa di Kecamatan Rokan IV Koto hearing dengan anggota DPRD Rohul

ROKAN HULU — Aliansi Masyarakat Cipang berasal dari empat desa, tolak pembangunan waduk serba guna Lompatan Harimau oleh pemerintah pusat di Desa Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).‎

Penolakan pembangunan Waduk serba guna Lompatan Harimau, secara langsung disampaikan puluhan masyarakat perwakilan dari Aliansi Masyarakat Cipang, dalam hearing dengan wakil rakyat, yang dipimpin Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH, Senin sore (12/2/2018).

Masyarakat sebelum mengadu ke DPRD Rohul, warga empat desa berencana gelar unjuk rasa bertepatan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Desa Bukit Intan Makmur, Kecamatan Kunto Darussalam, Rohul. Namun agenda orang nomor satu di Indonesia tersebut ditunda sampai batas waktu yang belum ditetapkan.‎

Dalam hearing dengan masyarakat empat desa, yakni‎ dari Desa Cipang Kiri Hulu, Desa Cipang Kiri Hilir, Desa Cipang Kanan, dan Desa Tibawan, turut dihadiri ‎Ketua Komisi I DPRD Rohul Mazril, Sekretaris Komisi I Adam Syafaat, Novliwanda dan Amron Rosadi. Hadir juga Kasat Intelkam Polres Rohul AKP Aditya Reza.

Sementara itu, perwakilan dari warga empat desa di antaranya Juru Bicara warga empat desa Revika Putra S.Pd selaku Ketua BPD Cipang Kiri Hilir, Kepala Desa Cipang Kiri Hilir Azwir Abbas, ninik mamak ZET Datuk Kayo, serta Tokoh Mahasiswa Rio Andri.‎

Di tempat yang sama, juru bicara warga empat desa dari Aliansi Masyarakat Cipang, Revika Putra menegaskan, bahwa kedatangan mereka ke DPRD Rohul untuk meminta wakil rakyat untuk mendesak pemerintah pusat membatalkan proyek pembangunan waduk serba guna Lompatan Harimau.

Tegas Revika, karena dampak dari proyek pembangunan waduk serba guna Lompatan Harimau dikhawatirkan akan merendam empat desa di Kecamatan Rokan IV Koto, seperti Desa Cipang Kiri Hulu, Desa Cipang Kiri Hilir, Desa Cipang Kanan, dan Desa Tibawan.

Jelas Revika lagi, proyek waduk serba guna Lompatan Harimau akan mengusir warga empat desa dari kampung halaman mereka, termasuk menghilangkan kultur budaya, dan tentunya akan menenggelamkan lahan pertanian dan perkebunan masyarakat, seperti terjadi saat proyek PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar.

“Bila pembangunan waduk tetap dilanjutkan, maka sekitar 10.000 jiwa penduduk harus pindah dari kampung halaman. Karena kampung akan ditenggelamkan seperti yang pernah terjadi pada pembangunan PLTA Koto Panjang Kampar,” tegas Revika.

Kini, sambung Revika, warga empat desa di Kecamatan Rokan IV Koto sepakat untuk menolak pembangunan waduk serba guna Lompatan Harimau. Mereka juga menolak direlokasi dari kampungnya, dan sudah “harga mati”.

“Kita menilai pembangunan waduk serba guna ini lebih banyak dampak negatifnya dari pada positifnya, jadi kami tetap menolak, karena kami yang akan merasakan dampaknya,” ucap Revika.

Di tempat yang sama, Ninik mamak ZET Datuk Kayo juga mempertanyakan, terkait proyek pembangunan waduk serba guna Lompatan Harimau di Desa Rokan Koto Ruang. Menurutnya, mega proyek pemerintah pusat ini akan mengorbankan warga empat desa di Kecamatan Rokan IV Koto.‎

Sikapi penolakan masyarakat empat desa dari Rokan IV Koto, Ketua DPRD Kelmi Amri berjanji segera agendakan rapat dengan pihak terkait, yakni  Pemkab Rohul untuk mendapatkan informasi lengkap tentang program pembangunan waduk serba guna Lompatan Harimau, sehingga bisa diambil kesimpulan.

“Pemerintah pusat belum pernah menyampaikan ke dewan rencana pembangunan waduk Lompatan Harimau secara lengkap, baru sebatas wacana secara umum saja. Sehingga paling lambat Senin depan kita dalam hal ini komisi I akan hearing dengan Pemkab Rohul,” sebut Kelmi.

Mantan Ketua KNPI Kabupaten Rohul menyebutkan pihaknya akan meminta pemerintah menjelaskan dampak pembangunan waduk serba guna Lompatan Harimau, dan kontribusi apa yang akan didapatkan nantinya.‎

“Kita memohon bapak-bapak bersabar, dewan pasti menindaklanjuti hal ini. Setelah kita pelajari dan menerima penjelasan lengkap, nanti kita akan bersikap, percayalah anggota dewan akan tetap berpihak pada keinginan masyarakat,” janji Kelmi ke warga empat desa di Rokan IV Koto.

Di hearing terungkap, proyek waduk serba guna Lompatan Harimau di Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rohul, Riau, tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 yang akan menelan dana APBN sekitar Rp3 triliun.

Dimana sebelumnya, warga empat desa bersama mahasiswa juga sudah berkali-kali melakukan aksi unjukrasa penolakan pembangunan waduk serba guna Lompatan Harimau di kantor Gubernur Riau dan Polda Riau.‎

Kemudian, ribuan warga empat desa di Kecamatan Rokan IV Koto juga berencana akan berunjuk rasa menyambut kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Rohul, dengan agenda memberikan bantuan Program Sawit Rakyat (PSR). Namun agenda ditunda, sehingga warga empat desa gagal bertemu Presiden Jokowi.

Ribuan warga dari empat desa bermaksud menyampaikan aspirasi ke Presiden Jokowi agar pemerintah pusat membatalkan proyek waduk serba guna Lompatan Harimau di Desa Rokan Koto Ruang, karena akan menenggelamkan desa mereka.

‎Informasinya, waduk serba guna Lompatan Harimau bukan‎ hanya akan dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) oleh pemerintah pusat, namun untuk mengaliri lahan pertanian, serta dijadikan objek wisata. (sof)

 

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan