riauidcom | Berita Riau Terkini

Angker, Ponton PT SAMS di Kunto Darussalam Sudah Makan Dua Korban

Angker, Ponton PT SAMS di Kunto Darussalam Sudah ‘Makan’ Dua Korban

Angker, Ponton PT SAMS di Kunto Darussalam Sudah ‘Makan’ Dua Korban
Petugas gabungan saat melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Rokan

ROKAN HULU — P onton atau milik PT. SAMS di Sungai Rokan di Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, Rokan Hulu (Rohul), Riau, angker. Tempat penyebrangan tersebut sudah ‘memakan’ dua korban tenggelam dan hingga kini belum ditemukan.

Berdasarkan informasi, kejadian pertama dialami Dimas Deni Dermawan (21), warga Desa Muara Dilam, Kunto Darussalam. Pemuda berprofesi sebagai kernet truk tersebut tenggelam pada Sabtu malam (10/12/2017) sekitar pukul 20.00 Wib.

Walaupun sudah dilakukan pencarian melibatkan Tim Basarnas, BPBD Rohul, termasuk TNI dan Polri, korban Dimas hingga kini belum juga ditemukan. Awalnya, peristiwa menimpa‎ Ali Hasan Siregar (26) Buruh Harian Lepas (BHL) PT. SIS tinggal di Perumahan di PT. SIS RT 008/ RW 006 Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam.

Informasi data Polres Rohul, korban Ali dilaporkan terseret arus dan tenggelam di ponton PT. SAMS pada Ahad malam (24/12/2017) sekitar pukul 21.00 Wib.

Dikatakan ‎Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK, MH melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Suheri Sitorus, awalnya korban Ali serta saksi Parhat Siregar pulang dari ladang di Desa Muara Dilam dan akan pulang ke Perumahan PT. SIS, Minggu sekitar pukul 21.00 Wib.

Ketika berada di penyebrangan ponton PT. SAMS,‎ korban dan saksi mendorong ponton. Setelah ponton bergerak ke arah ke timur, saksi Parhat menyuruh korban Ali agar cepat naik ke atas ponton.

Ketika saksi baru beberapa langkah naik ke atas ponton, korban Ali tercebur ke Sungai Rokan. Saksi dan beberapa warga lain, ‎ sempat berupaya cari di pinggiran ponton di situasi yang gelap dan sedang turun hujan, namun korban tidak ditemukan.

“Ketika korban tidak ada kelihatan lagi tak lama kemudian dengan lampu sepeda motor, beberapa saksi yang berada di atas ponton melihat korban terus terbawa arus Sungai Rokan sampai berjakak 40 meter dari ponton dan korban sampai saat ini belum ditemukan,”jelasnya.

Sebut Ipda Suheri, proses pencarian korban tenggelam melibatkan tim gabungan‎ dari Basarnas, BPBD Rohul, TNI dan Polri, sudah sampai 15 kilometer di hilir Sungai Rokan, namun tidak ditemukan. Proses pencarian terhadap korban dihentikan.‎ (sof)

 

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan