riauidcom | Berita Riau Terkini

APKASINDO Rohul Gandeng Instiper Yogyakarta Buka SMK Perkebunan Mulai Tahun Ajaran 2017-2018 - riauidcom

APKASINDO Rohul Gandeng Instiper Yogyakarta Buka SMK Perkebunan Mulai Tahun Ajaran 2017-2018

APKASINDO Rohul Gandeng Instiper Yogyakarta Buka SMK Perkebunan Mulai Tahun Ajaran 2017-2018
Ketua DPD APKASINDO Kabupaten Rohul, Ardiman Daulay

ROKAN HULU, Riauid.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mulai tahun ajaran 2017-2018 akan membuka penerimaan siwa baru untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Pekebunan dengan mengandeng Institut Pertanian (Istiper) Yogayakarta.

Dibukanya penerimaan siswa untuk SMK Perkebunan, diakui Ketua DPD APKASINDO Rohul H Ardiman Daulay, Kamis (16/2/2017), karena melihat semakin meluasnya potensi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Rohul, bahkan menjadi yang terluas di Provinsi Riau. Dimana, hampir 50 persen di Rohul merupakan perkebunan kelapa sawit swadaya masyarakat.

“Kita lihat potensi perkebunan kelapa sawit di Rohul ada 3.000 hingga 5.000 hektar lebih  per kecamatan. Bila dikalikan 16 kecamatan, maka mencapai 80 ribu hektar. Luasnya lebih 50 persen dari perkebunan perusahaan, namun sayangnya hasil perkebunan swadya tidak ada apa-apanya bila dibandingkan perkebunan milik perusahaan. Itulah motivasi kita buat SMK perkebunan di Rohul ini,” jelas Ardiman.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Rohul ini membandingkan hasil perkebunan kelapa sawit petani swadaya masyarakat hanya menghasilkan 10 hingga 12 ton per hektar per tahun. Sedangkan perusahaan bisa capai 28 hingga 30 ton per hektar per tahun. Artinya, setiap tahunnya petani swadaya rugi hingga 15 hingga 20 ton per hektar per tahun.

“Nantinya dipelopori DPD APKASINDO Rohul, kita bentuk Yayasan Anugrah Petani Sawit Rohul. Untuk areal SMK Pekebunan, kita tempati gedung Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Kecamatan Rambah Samo. Juga sudah dihibahkan masyarakat lahan perkebunan kelapa sawit 1 herktar tiga perempat untuk praktek siswa nantinya,” kata Ardiman.

Pada tahun ajaran pertama 2017-2018, ditargetkan sekolah ini menerima sekitar 20 siswa. Ardiman menyatakan, nantinya siswa yang sudah tamat dan berpertasi dikirim lanjutkan jengan pendidikan perguruan tinggi di Istiper Yogyakarta melalui Badan Pengelola Perkebunan Kelapa Sawit Pusat, dan mereka bisa langsung diberdayakan di perusahaan perkebunan di Rohul ini.

“Bagi yang tidak berpretasi tapi akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, mereka nantinya sudah memiliki keahlian di bidang perkebunan kelapa sawit, dan mereka  bisa lanjutka kuliah di Unisversitas Pasir Pengaraian (UPP) karena kita ada kerjasama untuk jurusan perkebunan sawit,” sebutnya lagi.

Dibukanya SMK Perkebunan di Rohul, ke depannya APKASINDO berharap banyak pemuda-pemudi punya pengetahuan tentang perkebebunan kelapa sawit. Apalagi, dengan sistem tradisional dan tidak memahami perawatan kelapa sawit ditambah bibit tidak unggul, hasil produksi sawit petani secara swadaya juga jauh di bawah produksi perusahaan.

“Untuk menutupi ketekoran usia kelapa sawit  25 hingga 30 tahun, hingga 20 ton per hektar pertahunnya maka penting anak-anak kita dapatkan pendidikan perkebunan. Apalagi kebun kelapa sawit di Rohul yang terluas di Rau ini. Bila dikelola dengan baik, maka prospek kedepannya perkebunan sawit juga menjanjikan, dan dapat tingkatkan perekonomian masyarakat,” tutup Ardiman. (Sof)

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan