riauidcom | Berita Riau Terkini

Klarifikasi Anggota DPRD Siak Mangkir dari Panggilan Polda Riau

Berikut Klarifikasi Anggota DPRD Siak Mengapa Mangkir dari Panggilan Polda Riau

Berikut Klarifikasi Anggota DPRD Siak Mengapa Mangkir dari Panggilan Polda Riau
Ismail Amir

PEKANBARU — Anggota DPRD Kabupaten Siak Ismail Amir menyampaikan klarifikasinya soal ancaman pemanggilan paksa dirinya oleh Polda Riau. Diakuinya, dirinya baru sekali dipanggil sebagai tersangka terkait perkara pencemaran nama baik Direktur PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP).

Politisi Partai Hanura ini memberikan klarifikasinya kepada riauterkinicom via pesan WhatsApp atau WA dan sambungan telepon, Sabtu pagi (14/10/2017).

Ismail mengaku dirinya tidak bisa memberikan tanggapan terkait peloporan Hasanuddin Tse, Direktur PT IKPP karena saat itu dirinya sedang meninjau banjir dan tidak ada signal seluler atau blank area.

Berikut klarifikasi dan tanggapan Ismail Amir:

1. Pemanggilan terhadap dirinya sebagai tersangka dalam kasus ‘penyerangan’ kehormatan dan pencemaran nama baik Direktur PT. IKPP baru pertama diterimanya. Artinya bukan sudah dua kali dipanggil pihak Ditreskrimum Polda Riau.

2. Melalui LBH Partai Hanura Riau, Ismail Amir selaku pihak terlapor menyampaikan keberatan/ protes. Sebagai anggota DPRD Kabupaten, dirinya memiliki hak imunitas seperti diatur Pasal 10 huruf (f) Peraturan Pemerintah nomor 16 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;

3. Hak Imunitas ini adalah hak dimana anggota DPRD Kabupaten/Kota tidak dapat dituntut di depan pengadilan karena pernyataan dan/ atau pendapat yang dikemukakannya, baik secara lisan tertulis dalam rapat maupun di luar rapat DPRD kabupaten/ kota.

4. Terkait tata cara pemanggilan penyidik tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2010. Pemanggilan dan permintaan keterangan untuk penyidikan harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Mendagri untuk anggota DPRD Provinsi dan izin Gubernur untuk DPRD Kabupaten/ Kota.

“Dengan demikian tidak dapat melakukan proses pemanggilan dan permintaan keterangan untuk penyidikan terhadap diri saya,” kata Ismail Amir juga Panglima Laskar Melayu Riau, dikutip dari Riauterkini.com.

Sebelumnya, Kabid Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo mengatakan sudah dua kali penyidik melayangkan surat pemanggilan terhadap Ismail Amir, namun yang bersangkutan belum memenuhi panggilan. (sul)

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan