riauidcom | Berita Riau Terkini

Bupati Ingin Rohul Bebas Tempat Maksiat, Ini Tanggapan Kasatpol PP dan Damkar  - riauidcom

Bupati Ingin Rohul Bebas Tempat Maksiat, Ini Tanggapan Kasatpol PP dan Damkar 

Bupati Ingin Rohul Bebas Tempat Maksiat, Ini Tanggapan Kasatpol PP dan Damkar 
ilustrasi

ROKAN HULU — Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Jon Kenedy SH mengaku pihaknya sudah menutup seluruh tempat maksiat di Kecamatan Rambah.

Jon mengaku penututan tempat maksiat, baik warung remang-remang atau kafe dan warung tuak sesuai intruksi Bupati Rohul H. Suparman. S.Sos, M.Si, yang mengingikan Rohul bebas dari tempat maksiat, dan hal itu dimulai dari Kecamatan Rambah yang berada di Ibukota Kabupaten Rohul.

Jon Kenedy, Jumat (4/8/2017), mengatakan pada Selasa (1/8/2017) malam hingga Rabu (2/8/2017) dini hari, dirinya bersama personel Satpol PP Rohul, diback up Polres Rohul sudah menutup seluruh kafe dan tempat maksiat di kawasan Kilometer 4 Desa Koto Tinggi dan Sukamaju Kecamatan Rambah.

Satpol PP Rohul juga menertibkan warung tuak atau pakter yang tetap membuka usahanya meski sudah diberi peringatan. Petugas juga mengamankan barang bukti minuman tuak.

“Kita tertibkan karena mereka tidak mengindahkan intruksi dan menutup tempatnya. Ada lima kafe di KM 4 yang ditutup dan mereka sudah tidak lagi beraktifitas,” jelas Jon Kenedy.

Sebelumnya, Bupati Suparman mengintruksikan tegas agar Satpol PP Rohul segera menutup dan menertibkan seluruh tempat maksiat, dan Kecamatan Rambah jadi sasaran pertama.

“Saya malu, orang banyak berdatangan dari berbagai daerah untuk melihat kemegahan Masjid Agung Islamic Centre Rokan Hulu di ‘Negeri Suluk Berpusaka Nan Hijau’. Namun, di KM 4 berdiri kafe dan tempat maksiat sehingga itu harus ditertibkan,” tegas Bupati Suparman belum lama ini.

“Bayangkan saja, dari KM 4 menara masjid megah ini (Masjid Agung) terlihat jelas, dan semua kafe serta tempat maksiat kita akan tutup dimulai dari kecamatan Rambah,” tambah Bupati Suparman.

Intruksi tegas Bupati Rohul bukan hanya sekali, tapi sudah berkali-kali disampaikannya dalam apel bersama PNS dan tenaga honorer.

Sampai-sampai, Bupati Suparman sempat memberi warning ke anggota Satpol PP agar tidak membeking atau nongkrong di tempat maksiat, apalagi sampai memasok minuman keras ke sana.

Suparman menegaskan bila kedapatan ASN atau tenaga honorer di lingkungan Pemkab Rohul yang nongkrong di tempat maksiat, ia tidak akan segan-segan memberikan sanksi, dan memberhentikan.

Satpol PP juga diminta Bupati Suparman, menutup tempat maksiat dan sebagai tahap awal di Kecamatan Rambah dengan batas waktu yang diberikan.

Bila Satpol PP Rohul dinilainya tidak sanggup, maka Bupati Rohul yang akan memimpin dan bersama tenaga honorer akan menutup langsung tempat maksiat yang masih beraktivitas.

“Bukan hanya di KM 4 saja, kita juga kemarin malam telah menutup paksa pakter tuak yang tetap buka di belakang kawasan Pasar Senin,” ungkap Jon Kenedy.

“Petugas kita juga mengamankan tuak dan lainnya di pakter tersebut. Selain itu, kafe dan tempat maksiat lain di daerah itu juga kita sudah tutup dan tidak lagi boleh beroperasi lagi,” tegas Jon.

Sementara itu, untuk tempat maksiat dan pakter yang berada di kawasan irigasi (tali air) KM 6 Desa Suka Maju, menurut Jon sudah dicek personel, namun dirinya sendiri belum menerima laporan.

“Saya sudah perintahkan ke personil Satpol PP agar seluruh kafe dan tempat maksiat termasuk pakter tuak ditutup. Terutama di Kecamatan Rambah sebagai tahap awal ini,” tegas Jon.

“Bupati juga sudah mengintruksikan ke seluruh tempat maksiat di Rokan Hulu harus ditutup tanpa terkecuali,” pungkas Jon Kenedy. (sof)

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan