riauidcom | Berita Riau Terkini

Bupati Rohul Kaget Mengetahui Jumlah Tenaga Honor 3.700 Orang, ini yang Akan Dilakukan - riauidcom

Bupati Rohul Kaget Mengetahui Jumlah Tenaga Honor 3.700 Orang, ini yang Akan Dilakukan

Bupati Rohul Kaget Mengetahui Jumlah Tenaga Honor 3.700 Orang, ini yang Akan Dilakukan

ROKAN HULU — Bupati Rokan Hulu (Rohul) mengaku kaget mendengar jumlah tenaga honor di linkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul ada sebanyak 3.700 orang.‎ Ia menduga jumlah tenaga honor lebih banyak dari jumlah yang terdata.

Dengan‎ banyaknya jumlah tenaga honor tersebut, Bupati Rohul H. Suparman S.Sos, M.Si merencanakan akan mengevaluasi dan seleksi ulang seluruh tenaga honor di lingkungan Pemkab Rohul dan di kecamatan.‎

Hal ini dilakukan guna memastikan jumlah real tenaga honor di Pemkab Rohul yang jumlahnya ada sebanyak 3.700 orang. Seleksi dan ulang juga dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas tenaga honorer yang ada saat ini.‎

Demikian disampaikan Bupati Rohul H. Suparman S.Sos, M.Si, K‎amis (27/7/2017) pagi, kepada 3.700 tenaga honor Pemkab Rohul yang dikumpukannya di lapangan Kantor Bupati.

Ribuan tenaga honorer yang hadir diabsen oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan rekap absen diserahkan ke Dinas Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (DKPP) Rohul.‎

Bupati Suparman mengatakan akan mengevaluasi tenaga honor untuk menegakkan rasa keadilan bagi seluruh tenaga honorer yang ada. Ia mengindikasi ada oknum tenaga honor yang hanya menerima gaji, namun tidak pernah masuk kerja.

Suparman menegaskan setiap uang daerah yang diterima tenaga honor, ada hak dari pemerintah untuk meminta pertanggung jawaban terhadap kinerja mereka.

“Demi keadilan ada honor yang rajin berhak dia mendapat gaji, tapi ada honor yang tidak masuk tidak menunaikan kewajiban tapi tetap menerima gaji. Hal ini harus dihentikan,” tegas mantan Ketua KNPI Riau tersebut.‎

Suparman mengaku terkejut dari jumlah tenaga honor yang terdata ada 3.700 orang. Setelah dikumpulkan, ternyata jumlahnya diperkirakan lebih banyak daripada data yang diterimanya.‎

“Saya heran, karena setiap upacara saya tidak pernah menjumpai honor sebanyak ini,” ungkapnya kaget.

Suparman menjelaskan lagi, evaluasi terhadap seluruh tenaga honor dilakukan semata-mata untuk menegakkan disiplin dan peningkatan kualitas pegawai non ASN, sekaligus memastikan tidak adanya ‘tenaga honor siluman’ atau ‘honorer titipan’ oknum pejabat yang tentunya akan memberatkan keuangan daerah.‎

Langkah awal evaluasi, tambah Bupati Suparman, nantinya seluruh satuan kerja  diminta petakan berapa jumlah tenaga honorer yang dibutuhkan dan kualifikasi pekerjaanya. Atas dasar pemetaan inilah seleksi tenaga honorer akan dilakukan.

“Nantinya, tenaga honorer yang tidak sesuai dengan kualifikasi, maka tenaga honorer itu bisa saja dipindahkan ke  Satker lain yang sesuai kualifikasinya meski tidak menutup kemungkinan tenaga honorer yang tidak berkualitas akan diberhentikan,” jelasnya mantan Ketua DPRD Provinsi Riau ini.‎

“Saya hanya memperkerjakan tenaga honorer yang berkualitas dan benar-benar bekerja, bukan tenaga honorer titipan pejabat tertentu,” tegas Bupati Rohul Suparman lagi. (Adv/Hum/Sof)

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan