riauidcom | Berita Riau Terkini

Diduga Peras Pelanggan, Oknum Pegawai PLN Ditangkap Tim Saber Pungli Polres Karimun - riauidcom

Diduga Peras Pelanggan, Oknum Pegawai PLN Ditangkap Tim Saber Pungli Polres Karimun

Diduga Peras Pelanggan, Oknum Pegawai PLN Ditangkap Tim Saber Pungli Polres Karimun
Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara

KARIMUN — Diduga melakukan pemerasan terhadap masyarakat atau pelanggan hingga puluhan juta, seorang oknum pegawai PLN Cabang Tanjungbalai Karimun bernama Indra (29) tertangkap tangan oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Karimun.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan Tim Saber Pungli Polres Karimun tidak jauh dari kantor PLN Cabang Tanjungbalai Karimun di Jalan Pertambangan, Kelurahan Lubuk, Kecamatan Karimun pada Senin (12/2/2018).

Saat itu pelaku bertemu dengan salah seorang pelanggan PLN yang memiliki denda tagihan listrik.

Dari tangan pelaku tim Saber Pungli menyita barang bukti berupa 1 amplop berisi uang tunai Rp 15 juta yang diduga sebagai pembayaran sesuai permintaan oknum pegawai PLN tersebut.

Penangkapan OTT terhadap seorang oknum pegawai PLN dibenarkan Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin, melalui Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara.

“Iya, kita telah lakukan OTT terhadap yang bersangkutan, kita juga telah melakukan pengambilan keterangan dari yang bersangkutan dan beberapa orang saksi,” ungkap AKP Lulik Febyantara, Selasa (13/2/2018).

OTT dilakukan Tim Saber Pungli Polres Karimun berawal saat Indra yang saat itu menjabat Kepala Sub Rayon PLN Tanjungbalai Karimun Cabang Buru melakukan pememindahkan meteran listrik warga, dari rumah lama ke rumah barunya.

“Dua tahun yang lalu, saat pelaku masih menjabat Kasubsi di Buru, dia sendiri yang melakukan pemindahan,” jelas AKP Lulik.

Setelah Indra pindah tugas ke PLN Sub Rayon Karimun, dirinya mendapat kesalahan terhadap salah seorang pelanggan dan dikenai denda Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL). Jumlah denda yang harus dibayar pelanggan yang dirugikan tersebut tidak pasti.

“Awalnya tersangka meminta sejumlah uang sebesar Rp 32 juta, tapi setelah nego-nego jadi Rp 15 juta,” ujar AKP Lulik.

Saat penangkapan, tersangka mengaku uang yang ada dalam amplop sebesar Rp 10 juta.

“Ternyata setelah dicek ada Rp 15 juta,” tandas AKP Lulik.

Pada OTT ini, Kepolisian sendiri telah memeriksa beberapa saksi. Akibat perbuatannya, Indra terancam dikenakan Pasal 8, ayat 12 (e) kewenangan undang Tipikor dan Pasal 368 tentang pemerasan. (sul)

 

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan