riauidcom | Berita Riau Terkini

32 Pelaku TIK di Kabupaten Rohul Lulus Kompetensi SKKNI

Difasilitasi Diskominfo Rohul dan BBPPKI Medan, 32 Pelaku TIK Lulus Kompetensi SKKNI

Difasilitasi Diskominfo Rohul dan BBPPKI Medan, 32 Pelaku TIK Lulus Kompetensi SKKNI
Bimtek dan SKKNI Bidang TIK di Pasir Pengaraian, Rohul

ROKAN HULU — Upaya membantu angkatan kerja muda dalam mencari lapangan pekerjaan, khususnya bagi lulusan yang punya kompetensi di bidang Teknik Informatika dan Komputer (TIK) dibutuhkan sertifikasi keahlian.

Untuk memfasilitasi itu, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang TIK.

Bimtek SKKNI yang awalnya dibuka oleh Sekda Rohul dan berlangsung selama empat hari, mulai 31 Oktober-3 November 2017. Dan pada Jumat (3/11/2017), Bimtek resmi ditutup oleh Kepala Diskominfo Rohul Gorneng S.Sos, M.Si diwakili Sekretaris Diskominfo Rohul Zulfikri S.Sos, M.Si, di Sapadia Hotel, Pasir Pengaraian.

Acara penutupan Bimtek SKKNI dihadiri Kepala BBPPKI Medan diwakili Kabag TU BBPPKI Medan Amal Hasyim S.Sos, Perwakilan Lembaga Sertifikasi Profesi Telematika Jakarta Adelina, para Kabid, Kasi, Kasubbag dan pegawai dijajaran Diskominfo Rohul serta peserta Bimtek SKKNI bidang Teknologi dan Informatika.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Telematika Jakarta Adelina mengatakan materi diberikan ke peserta selama mengikuti Bimtek SKKNI tentang pendalam membuat algoritma pemprograman, memasang jaringan nirkabel dan menginstal sumberdaya berbagi pada jaringan computer.

Selanjutnya, program dasar, menyelenggarakan administrasi sistem jaringan, membuat dokumen kode program dan mengoperasionalkan aplikasi basis data, mendapatkan komponen system dari vendor dan melaksanakan prosedur perawatan.

Sementara, Kepala BBPPKI Medan melalui Kabag TU BBPKI Medan Amal Hasyim dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Diskominfo Rohul dan SMK Negeri 1 Rambah yang telah memfasilitasi dalam penyelenggaraan Bimtek SKKNI yang diikuti 60 peserta dan tingkat kelulusan sekitar 72 persen.

“Sesuai dengan keputusan assesor dari LSP Telematika Jakarta, dari 60 peserta yang lulus dan dinyatakan kompeten 32 orang, dan tidak kompeten ada 28 orang.”

“Jika dipersentasekan tingkat kelulusan Bimtek di Rokan Hulu ini tergolong tinggi sekitar 72 persen. Ini artinya kapabilitas dan kompetensi peserta di bidang teknologi informatika dan komputer di Rokan Hulu cukup bagus,” kata Amal Hasyim.

Amal Hasyim berharap kepada para peserta yang dinyatakan kompeten dalam bidang TIK dapat memanfaatkan ilmu yang sudah diperoleh selama mengikuti Bimtek SKKNI. Jika ada lamaran pekerjaan dibidang TIK dapat dimanfaatkan.

“Kami mengucapkan selamat kepada peserta yang sudah dinyatakan kompeten, sekitar 2 bulan lagi sertifikatnya keluar, mohon dimanfaatkan dan jangan disimpan dalam lemari, apabila ada lamaran dapat dimanfaatkan dan semoga diterima,” harap Amal Hasyim.

Di tempat sama, Sekretaris Diskominfo Rohul Zulfikri mengucapkan selamat kepada peserta yang dinyatakan lulus dan kompeten di bidang teknologi informatika dan komputer.

Diakuinya, selama Bimtek SKKNI menjadi beban fikirannya, sebab informasi yang didapatnya dari BBPPKI Medan, setiap peserta yang mengikuti Bimtek SKKNI tingkat kelulusannya jarang mencapai 50 persen.

“Tapi alhamdulillah tingkat kelulusan mencapai 72 persen. Kami mengucapkan selamat ke peserta yang lulus. Ini artinya angkatan muda di Rokan Hulu memiliki kompeten cukup bagus, bahwa peserta yang memilih ilmu informatika dan komputer ini prospek masa depannya sangat dibutuhkan sekali,” jelas Zulfikri.

Mantan Kabid PIKP Diskominfo Rohul ini menambahkan sesuai hasil komunikasi dengan Bupati Rohul H. Suparman S.Sos, M.Si, Diskominfo Rohul diminta membuat terobosan dalam program ‘Smart City’.

“Sesuai komunikasi dengan pak Bupati, beliau menekankan untuk ke depannya mengarah pembangunan smart city, syaratnya tidak jauh dari teknologi informatika dan komputer,” ungkapnya.

Zulfikri meminta ke peserta yang lulus dan dinyatakan kompeten untuk dapat membentuk komunitas dan melaporkan ke Diskominfo Rohul dengan harapan untuk memberdayakan peserta yang sudah punya sertifikat. Dan jika ada lowongan di setiap OPD Rohul yang membutuhkan tenaga IT, Diskominfo Rohul akan merekomendasikan.

“Ini bukan PHP (pemberian harapan paslu) ya, tapi niat baik kami untuk memberdayakan yang lulus dan sudah memiliki sertifikat, kalau memang OPD membutuhkan tenaga TIK, kami sudah punya datanya,” pungkas Zulfikri. (sof)

 

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan