riauidcom | Berita Riau Terkini

Dinilai Berhasil Optimalkan PAD, 8 Daerah Stuban ke Bapenda Rohul

Dinilai Berhasil Optimalkan PAD, 8 Kabupaten/ Kota Stuban ke Bapenda Rohul

Dinilai Berhasil Optimalkan PAD, 8 Kabupaten/ Kota Stuban ke Bapenda Rohul
Jonni Muchtar SE, M.Si, Ak

ROKAN HULU — Atas komitmennya serta terobosan yang sudah dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) genjot atas penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rohul, akhirnya membuahkan hasil.

Kerja keras Bapenda sejak tiga bulan terakhir dalam mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi daerah, dan itu terbukti dengan naiknya target PAD Rohul dalam tiga tahun terakhir.

Kinerja Pemerintah Kabupaten Rohul optimalkan penerimaan daerah, kini dapat apresiasi positif dari Kabupaten/Kota di Provinsi Riau serta provinsi tetangga yang lakukan study banding (Stuban) ke Bapenda Rohul.

Diakui Plt Kepala Bapenda Rohul Jonni Muchtar SE MSi Ak Rabu (6/12/2017) sore menyatakan, dengan gencarnya mengoptimalkan potensi penerimaan daerah yang belum tergarap selama ini di Kabupaten Rohul, ternyata dapat perhatian dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Riau dan Provinsi tetangga yang berkunjung ke Bapenda Rohul.

Jelas Jonni lagi, dengan adanya kunjungan dari sejumlah Pemkab dan Pemko di Provinsi Riau dan Provinsi tetangga ke Bapenda Rohul untuk melakukan sharing dan kiat kiat Pemkab Rohul dalam mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah.

“Atasnama Pemkab Rohul, kita ucapkan terimakasih dan apresiasi positif ke 8 Kabupaten/Kota yang sudah berkunjung ke Bapenda dalam tiga bulan terakhir. Karena kebijakan pemerintah daerah dan inovasi inovasi yang telah dilakukan Bapenda dinilai sangat potensi untuk dikembangkan didaerah mereka,” ujarnya.

Dimana sejumlah kabupaten/kota yang lakukan shearing informasi juga kiat- kiat Pemkab Rohul dalam mengoptimalkan pendapatan daerah, diantaranya Kabupaten Pelalawan, Kampar, Bengkalis di Provinsi Riau, serta kabupaten/ kota lain di luar Riau, seperti Kabupaten Asahan, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi dan Kabupaten Sawahlunto Provinsi Sumbar.

“Dimana satu lagi, program Magister (S-2) Universitas Riau yang berencana dalam waktu dekat akan berkunjung ke Bapenda Rohul, sekedar shearing tentang rencana Pemkab Rohul kedepan yang konsen dalam mengoptimalkan potensi daerah,” sebutnya.

Ditanya apa yang ketertarikan Kabupaten/ kota di Provinsi Riau dan Provinsi tetangga yang berkunjung ke Bapenda Rohul, Jonni mengakui ketertarikannya terkait kebijakan pemerintah daerah terobosan, inovasi dan program peningkatan pendapatan daerah yang sudah dilakukan Bapenda Rohul.

Seperti halnya kerja Tim Terpadu ke berbagai perusahaan, strategi peningkatan pajak BPHTB dan launching program Desa Mandiri PBB-P2 yang pertama di Indonesia, dimana program Desa Mandiri PBB P2 merupakan suatu inovasi yang betul betul murni lahir dari Bapenda Rohul,” ucapnya.

Dia mengatakan, bahwa pemerintah desa sangat antusias dan sambut luar biasa dengan adanya program Desa Mandiri PBB P2 yang diserahkan pengelolaannya oleh Kabupaten ke desa. Karena dengan diserahkan pengelolaannya Desa Mandiri PBB P2, akan lebih optimal.

“Selama ini PBB P2 yang jadi salah satu penerimaan daerah dalam item pendapatan Kabupaten Rohul yang tidak tergarap maksimal. Masalahnya data yang tidak akurat.”

“Kini data itu kita persilahkan desa yang perbaiki. Kita memberikan kewenangan dan berikan aplikasi dan mengangkat tenaga administrasi dan kita latih adminnya untuk mengolah data PBB didesa. Jadi kedepan tidak ada lagi keluhan lagi desa ke Bapenda terhadap data yg mereka disampaikan tidak bisa dirubah,” ucap Jonni.

Saat ini jelas Jonni lagi, data PBB berada di desa, sehingga persilahkan pemerintah desa mengolah datanya sendiri. Bapenda sendiri akan mencetak Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang, sesuai dengan usulan dari desa, karena sistimnya yang telah online. (sof)

 

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan