riauidcom | Berita Riau Terkini

tiga oknum lurah di pekanbaru dituduh palsukan surat tanah

Dituduh Palsukan Surat Tanah, Tiga Oknum Lurah di Pekanbaru Disidang dan Terancam Dikerangkeng

Dituduh Palsukan Surat Tanah, Tiga Oknum Lurah di Pekanbaru Disidang dan Terancam Dikerangkeng
Tiga oknum Lurah di Pekanbaru menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Pekanbaru

PEKANBARU — Tiga oknum Lurah di Kota Pekanbaru, Riau, harus berurusan dengan aparat penegak hukum dan disidang di pengadilan atas dugaan pemalsuan surat tanah. Ketiganya terancam dikerangkeng.

Ketiga oknum Lurah di Pekanbaru, yakni Fadliansyah selaku Lurah Air Hitam Kecamatan Payung Sekaki, Budi Marjohan selaku Lurah Kulim Kecamatan Tenayan Raya, dan Gusril selaku Lurah Sungai Ambang Kecamatan Rumbai Pesisir.

Pada sidang tuntutan, Rabu (4/10/2017) sore, ketiganya dinyatakan bersalah atas tuduhan pemalsuan surat tanah, dan dituntut jaksa dengan hukuman penjara 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun).

Dugaan penerbitan surat tanah palsu dilakukan ketiga oknum Lurah di Pekanbaru terjadi pada tahun 2012 di Kantor Lurah Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir.

Amar tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukatmini SH dan Ayu Susanti SH di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, ketiga oknum Lurah di Pekanbaru ini melanggar pasal 263 KUHP tentang pemalsuan.

“Menuntut ketiga terdakwa dengan pidana penjara masing masing selama 1 tahun 6 bulan,” kata Sukatmini saat membacakan tuntutan.

Ketiga terdakwa diberi kesempatan oleh majelis hakim diketuai Khamozaro Waruwu SH untuk memberi pembelaan atau pledoi pada sidang lanjutan yang akan digelar Senin pekan depan (9/10/2017).

Berdasarkan dakwaan jaksa, perbuatan ketiga terdakwa terjadi 2012 lalu saat ketiganya bertugas di Kantor Lurah Lembah Sari, Rumbai Pesisir. Gusril saat itu menjabat sebagai Lurah, Fadliansyah sebagai Sekretaris Lurah, sedangkan Budi Marjohan sebagai Tapem di Kelurahan Lembah Sari.

Ketiga terdakwa diduga menerbitkan SKGR nomor 22/PEM/LS/II/2012 tanggal 14 Februari 2012 diketahui Lurah Lembah Sari dan Camat Rumbai Pesisir dengan nomor register 595.3/KRP-PEM/115 tanggal 14 februari 2012.

Penerbitan SKGR di tanah milik Boy Desvinal seluas 6.987,5 meter persegi, telah berdiri pondok kayu berukuran 4 meter kali 5 meter di jalan Pramuka RT 04 RW 04, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir dan telah ditempati orang lain.

Si pemilik tanah bernama Boy Desvinal tidak terima, lantas melaporkan ketiga oknum Lurah di Pekanbaru tersebut ke polisi.

Penyidik di Polresta Pekanbaru menemukan bahwa SKGR dengan nomor registrasi, pihak pertama Idris M dan pihak kedua Lamsana Sirait yang dikeluarkan pihak Kelurahan Lembah Sari ternyata tidak sesuai prosedur. Karena lokasi tanah yang ada di SKGR ternyata berada di Kelurahan Lembah Damai, bukan di Kelurahan Lembah Sari.

Diduga, tandatangan dari sempadan yang ada di surat sempadan tanah yang satu kesatuan dengan surat SKGR tersebut atas nama Ismail diduga palsu. Hal itu sesuai pemeriksaan dokumen ke Labfor Mabes Polri pada 29 Maret 2017 dengan hasil menunjukkan bahwa tandatangan Ismail non identik. (sul)

 

Subscribe

No Responses

Comments are closed.