riauidcom | Berita Riau Terkini

Gara-gara ini, 7 Pakter Tuak di Rambah Ditutup Paksa dan Dibongkar Tim Yustisi Rohul - riauidcom

Gara-gara ini, 7 Pakter Tuak di Rambah Ditutup Paksa dan Dibongkar Tim Yustisi Rohul

Gara-gara ini, 7 Pakter Tuak di Rambah Ditutup Paksa dan Dibongkar Tim Yustisi Rohul
Tim Yustisi Rohul tertibkan salah satu pakter tuak di Kecamatan Rambah

ROKAN HULU — Tim Yustisi Penegak Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), tutup paksa serta bongkar sekitar 7 warung tuak, termasuk mengamankan pabrik pembuatan tuak yang ada di Kecamatan Rambah.

Dari tujuh warung tuak atau pakter tuak di Kecamatan Rambah yang ditertibkan sertadibongkar Tim Yustisi Rohul, Minggu (3/9/2017) sore hingga malam hari, 3 warung berada di Longgopan Kelurahan Pasir Pengaraian, 3 warung di Gelumbang Suka Damai Desa Rambah Tengah Hulu, termasuk 1 warung di Jalan Lingkar Pasir Pengaraian.

“Termasuk dua lokasi tempat pembuatan tuak di Kaiti juga ditutup paksa, kemudian tim juga mengamankan sejumlah barang bukti, kini diamankan di Kantor Satpol PP Rohul,” terang Camat Rambah, M. Franovandi S.STP, M.Si, Senin (4/9/2017).

Diakui Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Rohul Jon Kenedi SH didampingi Kabid Ops Satpol PP dan Damkar Rohul Erwin Lubis SH, bahwa penutupan warung tuak dan pembongkaran sesuai arahan dan perintah Bupati Rohul H. Suparman, S.Sos, M.Si tentang pembersihan warung remang-remang dan warung tuak di Kabupaten Rohul.

Warung tuak yang ditertibkan dan dibongkar petugas gabungan karena tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan atau IMB. Sedang sebagian lagi akan dibongkar oleh pemiliknya.

Pada penutupan warung tuak dipimpin Camat Rambah dan Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto, juga Kabid Ops Satpol PP dan Damkar‎ Rohul Erwin Lubis, Kabag Ops Polres Rohul Kompol Irmadison, Kapolsek Rambah AKP Didi Antoni, Kasat Intelkam AKP Aditya Reza, serta diterjunkan ratusan personel Satpol PP  didukung peraonil Polri.

“Seluruh warung remang-remang dan paktek tuak yang ada di Kecamatan Rambah kita bersihkan dulu,” ungkap Jon Kenedi.

Camat Rambah mengakui lagi, ditertibkannya pakter tuak yang ada di wilayah kecamatan Rambah, karena banyaknya laporan masyarakat yang resah terhadap keberadaan pekter tuak.

Bahkan, disanyalir latar belakang bentrokan dua desa antara Desa Rambah Tengah Hulu dengan Desa Menaming yang terjadi sejak Kamis (31/8/2017) lalu, akibat dipicu perselisihan oknum pemuda kedua desa saat di pakter tuak.

Camat Rambah mengatakan seluruh pakter tuak dan tempat pembuatan tuak yang sudah ditertibkan dan dibongkar tim Yustusi, nantinya tidak lagi dibolehkan membuka usaha mereka. Tim Yustisi akan melakukan pemantauan dan patroli secara berkala.

Diakui Jon Kenedi, dari 7 warung tuak dan 1 lokasi pembuatan minuman tuak, Tim Yustisi menyita sedikitnya 12 jirigen tuak‎ dan peralatan musik. Semua barang bukti sudah diamankan di Kantor Satpol PP dan Damkar Rohul.

Bagi pemilik warung tuak dan pembuat minuman tuak, diakui Jon Kenedi, rencananya dalam waktu dekat akan dipanggil dan diproses.

“Namun karena baru tahap pertama, pemilik warung tuak dan pembuat mi‎numan tuak baru sebatas diberi peringatan dan membuat pernyataan. Tapi, bila mereka masih melakukan berkemungkinan akan dinaikkan ke Tipiring (tindak pidana ringan),” tegas Jon Kenedi.‎ (sof)

 

Subscribe

One Response

  1. Sinta suryadiSeptember 20, 2017 16:04 at September 20, 2017 16:04Reply

    Pandai menutup pandai pula cari solusi. Karna pemerintahan ada bukan untuk menjadi semena mena tapi untuk melakukan penegak hukum. Jadi tolong carikan solusi untuk mereka yang tak bersekolah dan berpendidikan juga tak mempunyai harta untuk tetap dapat melanjutkan hidup dan membiayai anak nya untuk sekolah. Itulah baru tindakan yang tepat. Mungkin ini hanya komentar yang tak berguna pak buk pejabat tapi tolong dipertimbangkan dalam sidang DPR. Karna kesejahteraan masyarakat dilihat dari faktor ekonomi yang stabil

Tinggalkan Balasan