riauidcom | Berita Riau Terkini

Himarohu Riau dan RPPM Rohul Kritik Goyang Itik Zaskia Gotik

Himarohu Riau dan RPPM Rohul Aksi Damai di Empat Titik, Goyang Itik Zaskia Gotik Ikut Dikritik

Himarohu Riau dan RPPM Rohul Aksi Damai di Empat Titik, Goyang Itik Zaskia Gotik Ikut Dikritik
Aksi damai mahasiswa dari Himarohu Riau dan RPPM Rohul di kantor DPRD Rohul

ROKAN HULU — Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Rokan Hulu (Himarohu) Riau dan Rumpun Pemuda Pelajar Mahasiswa (RPPM) Rohul menggelar aksi demontrasi di empat titik di Pasir Pengaraian, Rabu siang (18/10/2017).

Ada empat titik yang menjadi sasaran aksi damai massa Himarohu Riau dan RPPM Rohul, Kantor DPRD Rohul, Kantor Bupati Rohul, antor Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul, dan terakhir di Tugu Ratik Togak Pasir Pengaraian.

Dalam aksi pertama di Kantor DPRD Rohul, massa menyampaikan bagaimana buruknya tingkah laku oknum‎ DPRD Rohul yang saat ini terkesan tidak berpihak kepada rakyat, termasuk anggota DPRD Riau daerah pemilihan (Dapil) Rohul yang terkesan diam.

Para mahasiswa juga mengatakan, oknum anggota DPRD Rohul saat ini lebih mementingkan haknya, kemudian meributkan proyek dan tunjangan anggota dewan saja, sementara aksi pembangunan dan hak masyarakat tidak pernah diributkan.

“Coba kita lihat sekarang, jalan dimana-mana rusak. Hingga ada truk terbalik, kemana wakil rakyat kita,” tegas mahasiswa dalam orasinya.

Kemudian, tekait Pesta Rakyat yang menghadirkan dua artis dandung ibukota, Zaskia Gotik dan Iyet Bustami, dinilai mahasiswa pemborosan, karena tidak bisa dinikmati‎ masyarakat di 16 kecamatan.

Selain itu, goyangan itik Zaskia Gotik ‎di lapangan Dataran Tinggi, Pematang Baih Pasir Pengaraian saat malam Pesta Rakyat, karena berseberangan dengan Masjid Agung Islamic Center Rohul pada Kamis (12/10/2017) malam, juga dikritik mahasiswa karena dinilai tidak sesuai motto Kabupaten Rohul ‘Negeri Suluk Berpusaka Nan Hijau’.

“Kami tidak butuh Zaskia Gotik, sebaiknya gunakan uangnya untuk pembangunan pedesaan, karena sangat dibutuhkan masyarakat Rokan Hulu,” tegas orator aksi.

Aksi mahasiswa hanya tertahan di pintu pagar Kantor DPRD Rohul, karena mereka hanya bisa bertemu seorang anggota DPRD Rohul dari Fraksi Nasdem yakni Alpasirin saja.

Alpasirin menyambut baik aksi damai mahasiswa Rohul yang peduli dengan kondisi Rohul. Ia apresiasi idealis mahasiswa, karena memang menjadi kewajiban mereka mengawal penggunaan APBD Rohul.

‎Alpasirin menawarkan mahasiswa, untuk mengajukan jadwal sehingga dilakukan hearing bersama DPRD Rohul, membahas tentang tuntutan mereka.

“Mahasiswa jangan mau diajak negosiasi dalam memperjuangkan rakyat,” tegas Alpasirin ke massa Himarohu Riau dan RPPM Rohul.

Usai aksi damai di kantor DPRD Rohul, Ketua Himarohu Riau Abu Bakar menyatakan, ada sembilan tuntutan mahasiswa, pertama meminta Pemkab Rohul untuk membangun infrastruktur di pedesaan, seperti jalan, jembatan, listrik, air bersih, bangunan sekolah, dan lainnya.

Kedua, mahasiswa meminta Pemkab Rohul untuk menganggarkan bantuan biaya pendidikan untuk pelajar dan mahasiswa. Ketiga, meminta Pemkab Rohul untuk tepat sasaran dalam memberikan bantuan sosial ke masyarakat.

Keempat, meminta Dinas Kesehatan agar lebih meningkatkan layanan dan obat-obatan, terutama di Puskesmas. Ke lima, meminta Pemkab Rohul meningkatkan layanan kepada masyarakat, seperti di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil terkait pengurusan administrasi kependudukan, sebab blanko sering kosong.

Kemudian, meminta Kejaksaan Negeri Rohul untuk tidak tebang pilih dalam penegakan hukum di Kabupaten Rohul. Ke tujuh, meminta Inspektorat Rohul lebih detail dalam mengaudit bantuan Dana Desa, sebab ada indikasi banyak bantuan pemerintah‎ pusat digunakan di luar ketentuan.

Tuntutan kedelapan, meminta Kapolres Rohul lebih meningkatkan keamanan dan pelayanan kepada masyarakat, seperti melakukan sosialisasi agar kasus pencabulan anak di bawah umur bisa diminimalisir. Sembilan, mahasiswa meminta DPRD Rohul lebih berperan aktif menjalankan amanah dan menampung aspirasi masyarakat, serta peka terhadap keluhan masyarakat.

Usai gelar aksi di kantor DPRD Rohul, Rabu siang, massa dari Himarohu Riau dan RPPM Rohul aksi di Kantor Bupati Rohul, dilanjutkan ke Kantor Kejari Rohul, dan berakhir aksi di Tugu Ratik Togak Pasir Pengaraian.

Dotegaskan Abu Bakar, bahwa mereka sangat kecewa dengan DPRD Rohul. Pasalnya, dari 45 anggota DPRD Rohul, hanya seorang wakil rakyat yang mau menemui mereka yang tertahan di pintu masuk kantor DPRD Rohul. (muh)

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan