riauidcom | Berita Riau Terkini

Warga Rohul Mengaku Tidak Akan Jadi Peserta BPJS Kesehatan Lagi

Isu BPJS Kesehatan tidak Tanggung Lagi Penyakit Besar Ditanggapi Negatif di Rohul

Isu BPJS Kesehatan tidak Tanggung Lagi Penyakit Besar Ditanggapi Negatif di Rohul

ROKAN HULU — Sejumlah masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), resah dengan adanya isu pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosia (BPJS) Kesehatan tidak akan lagi melayani peserta BPJS Kesehatan yang mengalami penyakit besar saat berobat di RSUD Rohul maupun Rumah Sakit (RS) mitra BPJS Kesehatan.

Saat dikonfirmasi ke Direktur RSUD Rohul, dr. Faisal Harahap melalui Kasi Pelayanan Medis Ismail Marzuki, S.Kep dan Humas RSUD Elimawati SE, Selasa (5/12/2017) mengaku kini pihaknya belum menerima laporan resmi secara tertulis dari BPJS Kesehatan Rohul, terkait adanya aturan baru tidak melayani berobat bagi pasien peserta BPJS Kesehatan terhadap 8 penyakit besar.

“Jelasnya, sampai saat ini baik melalui perwakilan BPJS Kesehatan yang ada di RSUD Rohul belum menyatakan tidak lagi layani peserta BPJS Kesehatan terhadap 8 penyakit besar. Kita tetap layani penyakit apapun kepada pasien BPJS Kesehatan yang berobat di RSUD Rohul ini, termasuk keluarkan rujukan bagi pasien yang akan berobat di luar RSID Rohul ini,” ungkap Ismail Marzuki.

Dari informasi yang beredar, 8 penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan, seperti penyakit Jantung, Stroke, Hipertensi, Ginjal, kanker, tumor dan beberapa jenis lainnya.

“Jelas ini sangat merugikan peserta BPJS Kesehatan, karena kita disuruh menjadi peserta BPJS Kesehatan, namun hanya ditanggung untuk penyakit kecil kecil saja seperti batuk, pilek, flu dan lainnya. Sedangkan kita sudah membayarkan iuran sebagai peserta BJPS Kesehatan setiap bulannya, maka lebih baik jadi keluar aja sebagai peserta BPJS Kesehatan dan beralih ke asuransi kesehatan lainnya,” kata Anis, seorang warga Pasir Pengaraian.

Diakui Adi, dirinya dan isteri serta 3 anaknya sudah jadi pserta BPJS Kesehatan. Setiap bulan iuran dibayarkan, bila saja diberlakukan 8 penyakit besar tidak dilayani oleh BPJS kesehatan maka merugikan masyarakat selaku pserta BPJS. Apalagi pemerintah menggalakan agar masyarakat Rohul bisa jadi peserta BPJS Kesehatan, sehingga program pemerintah dan BPJS Kesehatan sudah tidak sejalan lagi.

“Kita sudah konsultasi dengan BPJS Kesehatan perwkilan di RSUD Rohul terkait keresahan masyarakat sebagai peserta BPJS, dan perwakilan BPJS Kesehatan di RSUD menyatakan itu tidak benar. Karena sampai hari inipun RSUD Rohul masih tetap melayani pasien penyakot yang dianogsa sebagai 8 penyakit besar tersebut,” sebut Ismail Marzuki lagi. (sof)

 

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan