riauidcom | Berita Riau Terkini

Kabupaten Rohul Mendapat Dana Rp 57,1 Miliar Untuk Program PSR di Tiga Kecamatan - riauidcom

Kabupaten Rohul Mendapat Dana Rp 57,1 Miliar Untuk Program PSR di Tiga Kecamatan

Kabupaten Rohul Mendapat Dana Rp 57,1 Miliar Untuk Program PSR di Tiga Kecamatan
ilustrasi

ROKAN HULU — Kabupaten Rokan Hulu (Rtohul), mendapat bantuan Dana PSR yang akan dibagikan ke petani Kelapa sawit di Rohul, berada di Kecamatan Kunto Darussalam tdengan dana sekitar Rp57, 1 Miliar.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) kabupaten Rohul, Herdianto, dimana bantuan dana untuk PSR bagi petani Kelapa sawit di Rohul ada sekitar Rp 57,1 miliar yang nantinya akan disalurkan melalui tiga Koperasi Unit Desa (KUD) di Kecamatan Kunto Darussalam, Tandun dan Kabun.

Tambah Herdianto, dana bantuan PSR sekitar Rp 57,1 miliar tersebut akan disalurkan kepada 912 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah total peremajaan capai 2286 hektar di tiga KUD yang ada di tiga kecamatan.

Lanjutnya lagi, tiga KUD yang meneruma bantuan yakni KUD Intan Makmur di Desa Bukit Intan Makmur Kecamatan Kunto Darussalam, seluas 698 hektar dengan 271 KK penerima.

“Kemudian KUD Mekar Jaya di Desa Kumain Kecamatan Tandun, dengan luas lahan 731 hektar, dengan penerima 292 KK, selanjutnya KUD Bangkit Usaha Makmur di Desa Boncah Kusuma, kecamatan Kabun.”

“Bagi KUD Bangkit Usaha Makmur luas lahanya yang akan mendapat bantuan PSR seluas 857 hektar, dengan 346 KK penerima, sehingga  secara keseeluruhan ada 2286 hektar luasnya dan 912 KK,” ungkap Herdianto, Senin (12/2/2018), di Kantor Disna‎kbun Rohul.

Diungkapkan Herdianto lagi, nantinya setiap petani kelapa sawit ‎akan mendapatkan bantuan Rp 25 juta per hektar, dan setiap KK maksimal mendapatkan bantuan 4 hektar. Bantuan Rp 25 juta per hektar tersebut, nantinya akan digunakan peremajaan kelapa sawit petani yang sudah harus dilakukan replanting, mulai dari penebangan hingga penanaman, termasuk pengadaan bibit sawit.

Sebutnya lagi, bila dihitung-hitung untuk peremajaan kelapa sawit hingga menghasilkan selama kurang lebih 4 tahun, diperkirakan menghabiskan dana Rp50 juta hingga Rp60  juta dan itu termasuk perawatan.

“Bila kita bekerjasama dengan bank-bank yang ada di Rohul, seperti BRI, BNI dan Bank Riau, untuk menutupi kekurangan yang kurang lebih Rp25 juga hingga Rp30 juta,” katanya.

Jelas Herdianto, nantinya KUD akan memilih bekerjasama dengan Bank-bank yang mana, sehingga petani sawit akan terbantu.

Ketika ditanyakan jumlah luas lahan yang ada di Rohul yang sudah harus dilakukan peremajaan, Herdianto menyatakan, ada sekitar 10 ribu hektar yang sudah layak dilakukan peremajaan atau replanting.

“Di provinsi Riau kita yang terluas,‎ dengan adanya bantuan ini tentunya akan sangat membantu sekali bagi petani Rohul, apalagi ditengah perekonomian yang saat ini,” jelasnya.

Herdianto berharap, dengan adanya bantuan ini, para petani sawit di Rohul bisa mendapatkan tanaman yang sesuai dengan standar, tentunya akan berdampak pada hasil yang akan didapat oleh petani.

“Dari pengadaan bibit kelapa sawit itu dilakukan oleh perusahaan yang sudah bersertifikasi, sehingga bibit tentunya berkualitas unggul, dan perawatan juga sesuai dengan prosedur. Juga berharap hasil terbaik yang akan didapat petani sawit di Rohul,” paparnya.

Rencananya, bantuan Dana PSR yang akan dibagikan ke petani kelapa sawit di Rohul, akan dibagikan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo secara langsung bantuan PSR ke petani kelapa sawit di Rohul. (sof)

 

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan