riauidcom | Berita Riau Terkini

Kejati Riau Jemput Tersangka Korupsi Lampu PJR di Rumahnya

Kejati Riau Jemput Paksa Tersangka Korupsi Lampu PJR di Rumahnya di Bangkinang

Kejati Riau Jemput Paksa Tersangka Korupsi Lampu PJR di Rumahnya di Bangkinang
Penyidik Kejati Riau jemput tersangka di rumahnya di Bangkinang

PEKANBARU — Karena tidak memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan, ABD alias Abdul Rahman, salah seorang dari lima tersangka dugaan korupsi proyek Pengadaan Lampu Penerangan Jalan Kota Pekanbaru dijemput oleh penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau di rumahnya di Bangkinang, Kabupaten Kampar.

ABD merupakan broker proyek dalam pengadaan barang pada kegiatan penerangan lampu jalan langsung digiring ke kantor Kejati Riau di Pekanbaru.

Aspidsus Kejati Riau Sugeng Riyanta SH membenarkan Tim Penyidik Pidsus Kejati Riau telah mengamankan ABD, seorang tersangka Tipikor Lampu Sorot di Pekanbaru.

“Tersangka ABD diamankan di rumahnya di Bangkinang sekira pukul 24.00 WIB, Jumat malam (13/10/2017). Tersangka kemudian dibawa ke kantor Pidsus Kejati Riau untuk dihadapkan ke penyidik guna dilakukan pemeriksaan,” jelas Sugeng, dikutip dari Riauterkinicom.

Sugeng menambahkan penyidik punya waktu 24 jam untuk memeriksa tersangka sebelum diputuskan perlu tidaknya dilakukan penahanan.

Penyidik Kejati Riau sebelumnya menetapkan 5 orang sebagai tersangka dalam perkara korupsi ini. Ke lima tersangka terdiri M selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), ABD dan MJ selaku pihak swasta atau broker proyek, MHR selaku broker proyek yang juga penggiat LSM, dan HW selaku penyedia barang.

Perbuatan ke lima tersangka telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 1,3 miliar yang diduga melakukan praktik mark up dalam pengadaan barang.

Sesuai hasil pendalaman alat bukti yang diperoleh. Tim penyidik menemukan modus penggunaan anggaran satu rekening kegiatan dan kemudian dilakukan pemecahan hingga Penunjukan Langsung (PL). Tim penyidik mensinyalir proses kegiatan ini dikerjakan tidak dengan benar dan direkayasa.

Selain itu, penyedia menemukan 29 orang penyedia barang yang sudah ditentukan terlebih dahulu oleh PPK dan mereka hanya pinjam bendera dari perusahaan lain.

Pengadaan lampu jalan bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Riau tahun 2016 sebesar Rp 6 miliar lebih. Anggaran diduga digelembungkan (mark up) jauh dari harga sebenarnya.

Kegiatan masuk dalam Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Penerangan Jalan Swasta dan Lingkungan Kota Pekanbaru 2016 di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru. Pagu anggaran kegiatan tersebut Rp 6,7 miliar. Untuk kontraknya sekitar Rp 6,3 miliar.

Atas penetapan tersangka tersebut, ABD dan tersangka M mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. (sul)

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan