riauidcom | Berita Riau Terkini

Koptan Babussalam Jaya I Kembangkan Bawang Merah di Lahan 1 Hektar, Panen Perdana Memuaskan - riauidcom

Koptan Babussalam Jaya I Kembangkan Bawang Merah di Lahan 1 Hektar, Panen Perdana Memuaskan

Koptan Babussalam Jaya I Kembangkan Bawang Merah di Lahan 1 Hektar, Panen Perdana Memuaskan
Petani bawang merah di Desa Babussalam, Kecamatan Rambah, Rohul, Riau

ROKAN HULU, Riauid.com — Setelah panen perdana ujicoba pengembangan tanaman bawang merah secara swadaya hasilnya sangat memuaskan, Kelompok Tani (Koptan) Babussalam Jaya I di Desa Babussalam, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mulai mengembangkan budidaya tanaman bawang merah menggunakan lahan sekitar 1 hektar.

Awalnya, Ketua Koptan Babussalam I, Desa Babussalam, Kecamatan Rambah, Ngeteno, secara pribadi coba kembangkan budidaya tanaman bawang merah dengan membeli bibitnya dari Brebes Provinsi Jawa Tengah, untuk 16 kg dengan modal sekitar Rp1,3 juta. Selama 65 hari masa tanam, pada Rabu (15/2/2017) sore, dirinya berhasil karena tanaman bawang merah yang dikembangkanya cukup bagus.

Ngateno mengaku, satu siung benih bawang merah yang ditanamnya, ternyata dari panen perdana tersebut bisa hasilkan rata-rata 10 hingga 15 siung per rumpun, bahkan ada hingga 28 siung untuk setiap rumpunnya. Namaun pada penen tahap perdana, Ngateno tidak menjual bawang merah yang dipanennya karena akan dijadikan bibit.

“Dengan hasil memuaskan, dan ini perdana. Bawang yang dihasilkan di panen perdana,  akan kita kembangkan jadi bibit. Kita tergetkan, secara swadaya saya menanam kembali bawang merah di areal 1 hektar. Sebelumnya, hanya di lahan yang tidak luas, dan kita melihat potensinya menjanjikan di tanam di daerah kita ini,” kata Ngateno di sela panen bawang merah perdana.

Sebelumnya, karena tidak adanya bantuan budidaya tanaman bawang merah, Ngateno, secara pribadi mencoba kembangkan tanaman bawang merah. Bibit yang dibelinya seharga Rp1,3 juta dari saku pribadinya, kemudian di lahan sistim dua bedengan seluas 80 cm kali 20 meter.

“Dari bawang merah 16 kg yang kita kembangkan, saat panen perdana hasilnya diperkirakan capai 300 hingga 350 kg. Bahkan, rumpun bawangnya cukup memuaskan ada yang mencapai 28 siung per rumpun yang kita tanam. Hanya saja, sebagian kecil bawang merah ada yang rusak terendam air akibat bedengan terlalu rendah, sehingga air mengenang dan rendam bawang. Namun, hasilnya memuaskan dan kit akan kembangkan lagi di lahan 1 hektar,” ucap Ngateno.

Apalagi kini, harga bawang merah di pasaran membaik bisa capai Rp20 hingga Rp23 ribu per kgnya. Hasil dari 65 yang ditanam Ngateno, dirasakannya sudah sebanding dengan perjuangannya mearawat tanaman tersebut.

“Kita hingga kini masih terus belajar, bagaimana agar tanaman bawang merah yang akan kita kembangkan nanti lebih baik lagi dari tanaman perdana. Kemudian, berharap, baik melalui pemerintah pusat, provinsi Riau dan kabupaten Rohul agar bisa membantu menyediakan seperti seding net. Karena, bawang merah tidak bisa terkena hujan langsung. Bawang merah, lahannya harus lembab terus,” ungkapnya.

Apalagi, pengairan yang dilakukan Ngateno masih sistim manual belum gunakan springkel, hanya saja karena hasil kerja kerasnya dibantu rekan-rekan petani lainnya, hasil tanam perdanya juga  sangat memuaskan.

“Selain tanaman cabai merah, jagung manis, kacang panjang, juga sayur mayur lainnya di lahan Koptan Babussalam Jaya I yang kita pinjam bantuan pemerintah, termasuk mesin pertanian lainnya, tanaman bawang merah nantinya bisa jadi komoditi handalan kita. Saya yakin, bila hasilnya seperti panen perdana maka untung petani juga bisa lebih baik lagi,”  ucapnya optimis.

Kepala Desa Babussalam terpilih, Basron, menyatakan dirinya akan mendukung program pengembangan tanaman holtikultura di desannya. Termasuk, tanaman bawang merah yang telah dikembangkan Koptan Babussalam I tersebut.

“Ini salah satu program saya kedepan, meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pertanian holtikultura. Apalagi, kita dengar ketua Koptannya sudah berani kembangkan tanaman bawang merah, yang selama ini tidak pernah terpikirkan ditanam di desa kita. Ini gebrakan baru dalam perbaikan ekonomi kemasyarakatan, dan sejalan dengan program kita dalam visi-misi saat mencalonkan kades,” sebut Basron, didampingi tokoh masyarakat juga mantan Kades Babussalam, Syafei Bangsawan dan Syafriyal Dasa. (Sof)

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan