riauidcom | Berita Riau Terkini

'Menggapai Matahari di Puncak Ranah' Jadi Objek Wisata Baru di Kabun

‘Menggapai Matahari di Puncak Ranah’ Jadi Objek Wisata Baru di Kabun

‘Menggapai Matahari di Puncak Ranah’ Jadi Objek Wisata Baru di Kabun
Pesona Puncak Ranah di Desa Koto Ranah, Kecamatan Kabun, Rohul, seperti 'Menggapai Matahari di Puncak Ranah'

ROKAN HULU — Saat ini, di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, memiliki banyak objek wisata alam baru. Salah satu objek wisata baru itu berada di Desa Koto Ranah, Kecamatan Kabun yang diberi nama Puncak Ranah.

Keberadaan pesona wisata “Menggapai Matahari di Puncak Ranah‎”, persis berada di kawasan Bukit Suligi Kecamatan Kabun. Itu akan menambah daftar destinasi wisata di Kabupaten Rohul yang jumlahnya capai 60 hingga 70 titik objek wisata saat ini.

Di Puncak Ranah Desa Koto Ranah, Kecamatan Kabun, memiliki ketinggian 900 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL). Wisata ini cukup menantang khususnya bagi wisatawan yang suka berpetualang di ketinggian.

Apalagi di ketinggian 900 MDPL, para wisatawan bisa merasakan indahnya pesona Puncak Koto Ranah,‎ serta menikmati pesona sunset (matahari terbenam) dan sunrise (matahari terbit) layaknya “Menggapai Matahari di Puncak Ranah”.

Karena tingginya kawasan objek wisata Puncak Ranah, wisatawan bukan hanya seperti berada di atas awan, bahkan mereka bisa menggapai matahari‎ dari ketinggian. Karena, di atas ketingguan awan terlihat mengambang seperti permadani yang dapat dinikmati mulai pukul 06.00 hingga pukul 09.00 Wib.

Sedangkan di atas pukul 09.00 Wib, wisatawan bisa menikmati pemandangan luar biasa berupa danau PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar yang luas terbentang dan terlihat dari atas ketinggian Puncak Ranah.

Diakui Kepala Desa Koto Ranah Safrizal, bahwa Puncak Ranah sudah dikunjungi ribuan wisatawan, baik dari Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau sendiri. Puncak Ranah‎ memberikan pesona yang sangat indah bagi wisatawan. Karena ada beberapa spot ‘selfie’ yang di puncak ketinggian 900 MDPL, termasuk menyaksikan langsung bagaimana pesona sunset di sore hari dan sunrise pada pagi harinya.

Tambah Safrizal, agar bisa sampai ke Puncak Ranah, wisatawan bisa gunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Wisatawan masuk ke Desa Koto Ranah dari lapangan sepak bola Desa Kabun dengan jarak tempuh sekitar 6 km.

Pesona Puncak Ranah di Desa Koto Ranah, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rohul, Riau

Bila dari Kota Pasir Pengaraian atau ibukota‎ Kabupaten Rohul menjangkau Desa Koto Ranah, dapat ditempuh dengan waktu 1,5 jam. Sedangkan dari Bangkinang, Kabupaten Kampar bisa ditempuh hanya dengan waktu sekitar 1 jam saja.

Tiba di Desa Koto Ranah, wisatawan berkumpul di base camp yang sudah disediakan, atau di rumah Kades. Selanjutnya, pengunjung akan diantar menggunakan sepeda motor ke kaki Bukit Suligi.

Sebut Safrizal, agar bisa sampai ke kaki Bukit Suligi hanya bisa ditempuh pakai kendaraan roda dua ‎dengan waktu sekira 5,5 km. Wisatawan akan dibawa melewati perkebunan milik masyarakat setempat.

Sesampainya di kaki Bukit Suligi, wisatawan akan diajak meneruskan perjalanan mendaki bukit dengan berjalan kaki kurang lebih 1 jam perjalanan. Agar bisa sampai ke Puncak Ranah, wisatawan harus berjalan kaki dan akan dipandu masyarakat.

“Kendaraan sudah kita siapkan tempat parki dan ada yang menjaganya di sebuah home stay yang sudah dibangun. Sehingga, para wisatawan tidak perlu takut lagi dengan keamanan kendaraannya,” jelas Safrizal, Kamis (21/12/2017).

Di perjalanan mendaki Puncak Ranah, wisatawan tetap dipandu oleh pemandu yang sudah mengerti kondisi medan. Para wisatawan akan dimanjakan dengan berbagai pemandangan seperti pepohonan hutan yang masih asri, bebatuan tua yang sudah ditumbuhan lumut, serta hutan mati.

Sesampainya di Puncak Ranah, ucap Safrizal‎, para wisatawan bakal dibuat takjub dengan keindahan alam, berkat keagungan dari sang pencipta. Karena, ada berbagai spot selfie atau tempat yang sudah disiapkan pemuda dan warga Desa Koto Ranah di Puncak Ranah, seperti spot hamparan awan putih yang indah di pagi hari, bebatuan besar yang sudah ditumbuhi lumut, Danau PLTA Koto Panjang, dan hutan mati dengan pepohonan.

“Paling bagus pesona sunset dan sunrisenya di pagi dan sore hari. Seolah-olah kita bisa mengapai matahari di Puncak Ranah,” ucapnya.

Diakui Safrizal, agar bisa medapatkan momen yang indah dan tepat, para wisatawan sebaiknya bermalam di Puncak Ranah. Perjalanan dilakukan di sore hari. Setibanya di Puncak Ranah, wisatawan bisa rasakan pesona sunset di ketinggian. Puncak Ranah sendiri bisa menampung sekitar 100 wisatawan.

Pesona Puncak Ranah di Desa Koto Ranah, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rohul, Riau

Kemudian, bagi yang berminat wisatawan dikenakan hanya biaya Rp 20 ribu per orangnya. Itu sudah termasuk makan malam di Puncak Ranah pada malam hari, biaya antar sampai lokasi dan pulang, tenda perkemahan, dan biaya parkiran kendaraan.‎

“Saya yakin bagi wisatawan pencinta ketinggian dan pesona alam tidak akan kecewa dengan ‎maha karya sang pencipta di Puncak Ranah yang berada di Desa Koto Ranah,” sebut Safrizal.

Dengan adanya objek wisata yang baru, ‎Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rohul, Drs. Yusmar M.Si mengaku, bahwaobjek wisata alam Puncak Ranah tentunya menambah banyak lagi jumlah destinasi wisata ketinggian di Rohul saat ini.

“Dimana sebelumnya ada Negeri di Atas Awan di Desa Aliantan, Kecamatan Kabun. Saat ini, suah ada lagi objek wisata Menggapai Matahari di Puncak Ranah berada di Desa Koto Ranah,” jelasnya.

Yusmar mengimbau ke masyarakat, pemerintah desa, dan kecamatan yang ‎ada untuk membantu Disparbud dalam mengumpulkan objek- objek wisata yang ada di Kabupaten Rohul.

“Saat ini kita sedang menyusun Ripparda Pariwisata untuk 15 tahun ke depan. Sehingga kita berharap tidak ada objek wisata yang ketinggalan di Ripparda nantinya,” papar Yusmar.

Yusmar juga akan berupaya, mencari terobosan-terobosan agar seluruh objek wisata yang ada berfungsi masing-masing, seperti objek alam, objek khusus, atau objek wisata yang bersifat religi. Disbudpar Rohul akan mengembangkan maksimal seluruh objek wisata yang jumlahnya capai 60 sampai 70 destinasi di Kabupaten Rohul.

“Ini akan kita kembangkan secara maksimal, sesuai dan kapasitas dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Kita berharap ada dukungan dari seluruh elemen, sehingga objek wisata yang ada tergali maksimal, untuk pembangunan daerah,” janji Yusmar, Kamis.

Kemudian, Disparbud Rohul juga kini tengah mengusahakan bagaimana di setiap objek wisata yang ada tersedia jaringan listrik dan jaringan seluler, sebagai penunjang sebuah tempat wisata untuk memanjakan para wisatawan. (sof)

 

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan