riauidcom | Berita Riau Terkini

Menguak Kuitansi Palsu Sampai Aliran Dana ke Oknum Pejabat Dalam Kasus SK Honorer Bodong - riauidcom

Menguak Kuitansi Palsu Sampai Aliran Dana ke Oknum Pejabat Dalam Kasus SK Honorer Bodong

Menguak Kuitansi Palsu Sampai Aliran Dana ke Oknum Pejabat Dalam Kasus SK Honorer Bodong

ROKAN HULU — Pada sidang lanjutan perkara penipuan SK tenaga honor di Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Rabu (9/8/2017) sore, menguak fakta baru.

Sidang dipimpin Ketua Hakim Sarudi SH dengan anggota Irpan Hasan Lubis SH, dan Budi Setyawan SH,‎ mendengarkan rekaman percakapan antara tersangka Ika diduga dengan terdakwa Iskandar Muda‎, termasuk terdakwa Muharmi.

Dalam percakapan ketiganya, menguak soal indikasi pemalsuan tiga kuitansi saat penyerahan uang, hingga aliran dana kepada dua oknum pejabat Pemkab Rohul.

Dalam sidang tersebut, majelis Hakim minta Kuasa Hukum terdakwa Muharmi, Desi Handayani SH, mencopy rekaman percakapan dan mendokumentasikan ke compact disk atau CD. Selain itu, hakim meminta file dikirim via bluetooth sebagai pembanding.

‎Seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Rohul Junaidi menyatakan, bahwa rekaman antara Ika dengan terdakwa Iskandar Muda, dan terdakwa Muharmi tidak ada kaitannya dengan perkara dengan pemohon Masitoh Tambusai yang tengah disidangkan.

Dalam percakapan memakai handphone berdurasi sekira 13 menit, ungkap Junaidi, membahas soal indikasi pemalsuan kuitansi yang diakui terdakwa Muharmi bukan ditandatangani dirinya, melainkan oleh terdakwa Iskandar Muda.

Namun, terdakwa Iskandar menyanggah kalau suara laki-laki dalam rekaman telepon tersebut. Dirinya mengaku itu bukan suaranya.

Desi Handayani, Kuasa Hukum terdakwa Muharmi pada rekaman yang didengarkan membahas pemalsuan tandatangan Muharmi yang dilakukan Iskandar Muda, penyerahan uang Masitoh kepada Muharmi, termasuk aliran dana ke dua oknum pejabat.

Ditanya terkait sanggahan terdakwa Iskandar yang mengaku bukan suaranya di rekaman percakapan,‎ Desi menegaskan bahwa “Itu hak dia menyanggah”.‎

Pada agenda sidang lanjutan Rabu (16/8/2017), akan mendengarkan keterangan dari ketiga saksi terdakwa, yakni Romi, Iskandar Muda, dan Muharmi.

Humas PN Pasir Pengaraian, Irpan Hasan Lubis juga anggota Majelis Hakim menegaskan, rekaman percakapan berbahasa daerah itu, ada tiga kuitansi yang diindikasi dipalsukan.

Bukti rekaman percakapan bisa jadi akan terungkap keterlibatan pihak lain. Namun hal itu harus bisa dibuktikan para terdakwa, termasuk penyetoran uang yang diakui terdakwa Romi disetorkan kepada dua oknum pejabat Rohul. (sof)

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan