riauidcom | Berita Riau Terkini

Oknum PNS Rutan Rengat Alih Profesi Sebagai Pengedar Sabu

Oknum PNS Rutan Rengat Alih Profesi Sebagai Pengedar Sabu

Oknum PNS Rutan Rengat Alih Profesi Sebagai Pengedar Sabu
SF (35 tahun), oknum PNS Rutan Rengat ketahuan jual sabu

INDRAGIRI HULU — Seorang wanita inisial SF (35) yang merupakan oknum PNS Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Rengat, Indragiri Hulu (Inhu), Riau, alih profesi sebagai pengedar Narkoba jenis sabu.

Tersangka SF ditangkap polisi pada Selasa (17/10/2017) di kawasan Pasar Aur Gading Pematangreba. Dari pemeriksaan terungkap bahwa sabu yang diedarkan didapat wanita ini dari seseorang di Kecamatan Rengat.

Kasat Narkoba Polres Inhu AKP Harun Kemri, Rabu (18/10/2017), mengatakan pasca ditangkap, SF langsung dititipkan di Rutan Rengat karena ruang tahanan di Mapolres Inhu sudah melebihi kapasitas, dan tidak tersedia untuk tahanan wanita.

“Menurut keterangan tersangka, dia melakukan itu karena kebutuhan untuk rumah tangga, karena SF status janda,” ungkap AKP Harun Kemri.

Sementara, Kepala Rutan Rengat Bejo Sukirman, Rabu, kepada wartawan mengatakan selama ini diketahuinya SF berpangkat golongan III/a berkelakuan baik selama melaksanakan tugas di Rutan Rengat.

Hasil pemeriksaan sementara (test urine) disaksikan penyidik Polres Inhu, Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Rengat dan sejumlah petugas Rutan, dengan alat test urine, tersangka SF dinyatakan positif memakai narkoba dan positf hamil.

Bejo mengaku SF ditangkap Tim Sat Narkoba Polres Inhu saat sedang di luar jam kerja.

“Itu jelas di luar sepengetahuan kami sebagai Kepala Rutan. Dengan ditangkapnya SF dalam kasus Narkoba oleh Tim Sat Narkoba Polres Inhu, itu sangat kita dukung dan merupakan tanggungjawab pribadi SF,” kata Bejo.

Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Rengat, Rudinur, menambahkan bahwa selama bertugas di Rutan Rengat SF tidak selalu berkelakuan baik, namun ada kalanya menunjukkan sikap kurang berkenan di kalangan sesama PNS di Rutan Rengat, namun hal itu masih bisa diatasi setelah dinasehati.

Selama ini SF tinggal di kawasan Kelurahan Pematangreba. Sebelumnya, SF pernah berurusan dengan aparat desa setempat karena diduga membawa laki-laki di kediamannya, namun hal itu diselesaikan dengan jalan musyawarah.

Akibat perbuatannya, SF bukan hanya menjalani kurungan, namun ia juga terancam dipecat dari PNS karena sebelumnya sudah menandatangani surat pernyataan yang isinya bila PNS Kemenkum dan HAM terlibat kasus Narkoba, maka bersangkutan akan dipecat dari PNS tanpa pesangon, termasuk hak pensiun.

Dikonfirmasi wartawan di sel tahanan Rutan Kelas II Rengat, SF dengan santainya menjawab bahwa dirinya tidak menyesal dengan apa yang sudah dilakukan.

SF mengaku sudah 5 tahun menjanda. Anaknya baru berusia 6 tahun dan baru saja tamat Taman Kanak-kanak.

“Saya pisah bercerai dengan suami karena jodohnya,” kata SF santai.

Namun ketika ditanya tes urine bahwa dirinya hamil, SF tidak bersedia menjawabnya. (sah)

 

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan