riauidcom | Berita Riau Terkini

Pasangan Calon LE-Hardianto Resmikan Balai Pemenangan di Rohul, Koalisasi Mulai Rekrut Relawan - riauidcom

Pasangan Calon LE-Hardianto Resmikan Balai Pemenangan di Rohul, Koalisasi Mulai Rekrut Relawan

Pasangan Calon LE-Hardianto Resmikan Balai Pemenangan di Rohul, Koalisasi Mulai Rekrut Relawan
Pasangan calon Gubri dan Wakil Gubri LE-Hardianto resmikan Balai Pemenangan di Pasir Pengaraian, Kabupaten Rohul

ROKAN HULU — Balai Pemenangan Lukman Edy-‎Hardianto Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Jalan Tuanku Tambusai, Pasir Putih, Pasir Pengaraian, resmi diresmikan, Minggu (11/2/2018) sore.

Dalam peresmian‎ dihadiri calon Gubernur Riau (Gubri) Lukman Edy (LE) dan calon Wakil Gubri Hardianto, juga dihadiri Sekretaris Koalisi Riau Bangkit Ir. H. Hafith Syukri MM, Ketua DPC Gerindra Syamsul Akmal, pengurus PKB Rohul, anggota DPRD Riau dari Partai Gerindra Lampita Pakpahan, serta anggota DPRD Rohul dari Partai Gerindra seperti Novliwanda Ade Putra, Masril, Abdul Muas, dan undangan lainnya.

Selain meresmikan Balai Pemenangan LE-Hardianto Rohul, juga diserahan Surat Keputusan kepada Koalisi Riau Bangkit Kabupaten Rohul diketuai oleh Novliwanda Ade Putra, Sekretaris Gading, dan Bendahara H. Herkat, oleh Ketua Koalisi Riau Bangkit Eddy Tanjung, diwakili Sekretaris Riau Bangkit Ir. H. Hafith Syukri MM.

Ketua Koalisi Riau Bangkit Kabupaten Rohul Novliwanda Ade Putra mengatakan, LE dan Hardianto yang masih memiliki semangat muda pantas menjadi Gubri dan Wagubri ‘zaman now’.

Sebut Novliwanda lagi, Hardianto sampai-sampai berani melepaskan jabatannya sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Riau‎, untuk bertarung di Pilgubri tahun 2018.

Sehinga tambah Novliwanda, Tim Koalisi Riau Bangkit Kabupaten Rohul akan berjuang dalam memenangkan pasangan calon Gubri dan Wagubri LE-Hardianto di Pilgubri yang akan dilaksanakan 27 Juni 2018.

Sedangkan dikatakan Sekretaris Koalisi Riau Bangkit Hafith Syukri, bahwa program bantuan minimal Rp 1 miliar per desa yang diterapkan Le-Hardianto merupakan program yang sangat diharapkan masyarakat di pedesaan yang sangat membutuhkan pemerataan pembangunan.

“Kami berharap Tim Koalisi Riau Bangkit Kabupaten Rohulbisa melaksanakan semua program pemenangan LE-Hardianto dan terus digemakan,” terang Hafith.

Kata mantan Wakil Bupati Rohul, diirnya yakin bila LE-Hardianto akan menang sekitar 60 persen di Kabupaten Rohul, apalagi Plt Bupati Rohul H. Sukiman merupakan kader Gerindra.

“Rasanya aneh kalau kader Partai Gerindra sendiri tidak mendukung pasangan LE-Hardianto di Pilgubri nanti,” ucap Hafith dalam sambutannya.

Calon Gubernur Riau Lukman Edy serahkan SK kepada Ketua Tim Koalisi Riau Bangkit Kabupaten Rohul, Novliwanda Ade Putra

Apalagi jelas Hafith lagi, calon Wagubri Hardianto yang merupakan sumondo atau bagian dari keluarga masyarakat Rohul, dimana istrinya merupakan anak jati Rohul, tentunya akan berpengaruh dalam perolehan suara.

Sambung Hafith, Hardianto sudah dipercayakan oleh LE untuk membangun Kabupaten Rohul secara total, bila memang diberi amanah oleh masyarakat Riau sebagai Cagubri, mendampingi LE.

Lukman Edy atau LE, dirinya berterima kasih ke Tim Koalisi Riau Bangkit di Kabupaten Rohul yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan acara peresmian Balai Pemenangan LE-Hardianto.

LE berharap perjuangan tim Koalisi Riau Bangkit Kabupaten Rohul akan menghasilkan kemenangan bagi dirinya dan Hardianto di Pilgubri 2018. Usai diresmikan, LE mengharapkan Balai Pemenangan LE-Hardianto akan menjadi pusat informasi tentang LE dan Hardianto kepada masyarakat.

“Setelah diresmikan, mulai besok saya harapkan Tim Koalisi Riau Bangkit melakukan rekrumen relawan pemenangan calon Gubri dan Wagubri LE-Hardianto,” harapnya.

Kemudian, LE memaparkan beberapa visi misinya. Seperti tentang program bantuan untuk petani kebun rakyat,‎ serta program bantuan desa minimal Rp 1 miliar per desa per tahun.

Kata LE, mayoritas masyarakat Riau merupakan petani kebun, baik petani kelapa sawit dan petani karet. Maka ke depannya sudah selayaknya diprogramkan peningkatkan untuk petani kebun, baik bantuan bibit, pupuk, dan hasilnya harus diupayakan oleh pemerintah.

Apalagi kebun kelapa sawit terbesar di Indonesia ada di Provinsi Riau, sehingga sudah sepantasnya petani kebun di Provinsi Riau mendapat perhatian dari pemerintah. Juga diungkapkan LE, ada sekitar 500 ribu petani kelapa sawit di Provinsi Riau yang masih menanam tanaman kelapa sawit di kawasan berstatus hutan.

Inilah yang akan diupayakan pasangan LE-Hardianto agar tanaman kelapa sawit petani masuk kategori tanaman kehutanan, seperti yang sudah diterapkan di negara tetangga, Malaysia.

Mengani program bantuan desa minimal Rp 1 miliar per desa dari APBD Riau, LE komitmen merealisasikan. Menurutnya itu hak masyarakat di kampung atau desa. Ia mengatakan sebenarnya program tersebut sudah dilaksanakan 5 tahun lalu, namun setelah pergantian kepala daerah yang baru, program dihapuskan.

LE juga berjanji, jika terpilih sebagai Gubri pada 27 Juli 2018, maka dirinya bersama Hardianto akan mengupayakan menurunkan harga pertalite di Provinsi Riau, yakni sekitar Rp 7 ribu per liter (sof)

 

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan