riauidcom | Berita Riau Terkini

Tiga Lurah di Pekanbaru Masing-masing Divonis 10 Bulan Penjara

Pemalsuan Surat Tanah, 3 Lurah di Pekanbaru Masing-masing Divonis 10 Bulan Penjara, JPU Langsung Banding

Pemalsuan Surat Tanah, 3 Lurah di Pekanbaru Masing-masing Divonis 10 Bulan Penjara, JPU Langsung Banding
Tiga oknum Lurah di Pekanbaru jalani sidang vonis di PN Pekanbaru

Majelis hakim menjatuhkan vonis masing-masing 10 bulan penjara terhadap tiga oknum Lurah di Kota Pekanbaru yang dinilai terbukti dan meyakinkan bersalah tersebut yaitu Fadliansyah selaku Lurah Air Hitam Kecamatan Payung Sekaki, Budi Marjohan selaku Lurah Kulim Kecamatan Tenayan Raya, dan Gusril selaku Lurah Sungai Ambang Kecamatan Rumbai Pesisir.

Merasa keberatan dengan vonis majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru langsung mengajukan banding ke tingkat Pengadilan Tinggi (PT) Riau.

Berdasarkan amar putusan vonis dibacakan Ketua Majelis Hakim PN Pekanbaru, Khamozaro Waruwu SH, pada sidang Kamis petang (19/10/2017) di ruang sidang Cakra, Majelis hakim menjatuhkan putusan hukuman masing masing 10 bulan kurungan penjara terhadap ketiga terdakwa.

Ketiga oknum Lurah di Kota Pekanbaru ini dinilai bersalah dan terbukti melanggar pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat tanah.

Amar putusan dijatuhkan majelis hakim setengah lebih ringan dari tuntutan JPU Kejari Pekanbaru, sehingga JPU yakni Sukatmini SH dan Ayu Susanti SH menyatakan banding.

“Atas putusan ini, kami selaku jaksa penuntut menyatakan banding yang Mulia,” sampai Ayu Susanti.

Masing masing terdakwa sendiri, yakni Fadliansyah, Budi Marjohan, dan Gusril, masih menyatakan pikir pikir.

Pada sidang sebelumnya, JPU Kejari Pekanbaru menuntut masing-masing terdakwa dengan hukuman 1 tahun 6 bulan. Ketiga terdakwa dinilai melanggar Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan.

Berdasarkan dakwaan, perbuatan ketiga terdakwa terjadi pada 2012, saat ketiganya masih bertugas di Kantor Lurah Lembah Sari, Rumbai Pesisir.

Terdakwa Gusril saat itu masih menjabat sebagai Lurah, Fadliansyah sebagai Sekretaris Lurah dan Budi Marjohan sebagai Tapem di Kelurahan Lembah Sari.

Saat itu ketiga terdakwa menerbitkan surat SKGR Nomor: 22/ PEM/ LS/ II/ 2012 tanggal 14 Februari 2012 diketahui Lurah Lembah Sari dan Camat Rumbai Pesisir dengan nomor register 595.3/KRP-PEM/115 tanggal 14 februari 2012.

Penerbitan SKGR di tanah milik Boy Desvinal seluas 6.987,5 meter persegi telah berdiri pondok kayu berukuran 4 meter kali 5 meter terletak di Jalan Pramuka RT 04 RW 04, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir, dan telah berdiri pondok kayu yang sudah ditempati orang lain.

Boy Desvinal tidak terima tanahnya diperjualbelikan, dan kemudian melaporkan ketiga oknum lurah tersebut kepihak Kepolisian.

Berdasarkan fakta ditemukan penyidik Polresta Pekanbaru, SKGR nomor registrasi ini, pihak pertama Idris M dan pihak kedua Lamsana Sirait dikeluarkan pihak Kelurahan Lembah Sari ternyata tidak sesuai prosedur, lantaran letak tanah di SKGR ternyata berada di Kelurahan Lembah Damai, bukan di Kelurahan Lembah Sari.

Selain itu diduga tandatangan dari sempadan yang ada di surat sempadan tanah yang satu kesatuan dengan surat SKGR atas nama Ismail diduga palsu. Hal itu sesuai pemeriksaan dokumen ke Labfor Mabes Polri pada 29 Maret 2017 dengan hasil menunjukkan bahwa tandatangan Ismail ternyata non identik. (sul)

 

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan