riauidcom | Berita Riau Terkini

Pemkab Inhil Kembali Pecahkan Rekor MURI, Kali Ini Kategori 'Sajian Tabak Bunga Telur Terbanyak' - riauidcom

Pemkab Inhil Kembali Pecahkan Rekor MURI, Kali Ini Kategori ‘Sajian Tabak Bunga Telur Terbanyak’

Pemkab Inhil Kembali Pecahkan Rekor MURI, Kali Ini Kategori ‘Sajian Tabak Bunga Telur Terbanyak’
Bupati Inhil H. Muhammad Wardan menerima piagam dari perwakilan MURI

INDRAGIRI HILIR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil), Riau, kembali berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori Sajian Tabak Bunga Telur.

Pemecahan rekor dilakukan ini dalam memperingati Semarak Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah yang dihadiri ribuan umat muslim di lapangan Gajah Mada, Tembilahan, Sabtu (30/9/2017).

Pada 2016 lalu, Kabupaten Inhil juga berhasil memecahkan rekor Shalawat Nariyah terbanyak dan Barzanji Seribu Berkah di peringatan Muharram 1438 H. Dan pada tahun ini, Pemkab Inhil berhasil menorehkan rekor MURI dalam kategori Tabak Bunga Telur Terbanyak.

Prestasi yang diperoleh dalam serangkaian acara puncak even Wisata Religi Gema Muharram 1439 H juga dikukuhkan sebagai rekor dunia oleh tim verifikasi Museum Rekor Dunia Indonesia.

Berdasarkan hasil verifikasi faktual dilakukan Tim Verifikasi MURI, tercatat lebih dari 1.500 tabak bunga telur tersaji di lapangan Gajah Mada, Tembilahan. Maka untuk kesekian kalinya Kabupaten Inhil kembali meraih rekor MURI, bukan hanya tingkat Nasional saja, tapi penghargaan berskala dunia.

“Tahun lalu kita berhasil meraih rekor MURI untuk Shalawat Nariyah dan Barzanji Seribu Berkah. Tahun ini Alhamdulillah kita kembali sukses meraih rekor MURI, bahkan skala dunia dalam kategori Tabak Bunga Telur Terbanyak,”ungkap Bupati Inhil H. Muhammad Wardan di sela acaranya, Sabtu.

Bupati M. Wardan mengaku tujuan dilakukan rekor MURI adalah untuk melestarikan tradisi turun temurun di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat di Kabupaten Inhil. Tujuan lebih spesifik adalah upaya menumbuhkembangkan kecintaan generasi muda terhadap Islam.

Bupati Inhil menambahkan peringatan pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum strategis menuju kehidupan lebih baik, bermanfaat dan bertabur berkah. Perayaan bulan Muharram yang dijadikan dasar penanggalan sudah menjadi tradisi dan budaya Islam Nusantara sejak bertahun-tahun lalu.

“Perayaan diadakan setiap awal Muharram ini juga merupakan peringatan dari upaya hijrah nabi Muhammad yang berkesesuaian dengan ruang dan waktu,” jelas M. Wardan.

Dikatakan M. Wadan, sejak 15 tahun lalu, peringatan bulan Muharram telah menjadi tradisi bagi masyarakat di Kabupaten Inhil. Peringatan sengaja dikemas dalam sebuah even Wisata Religi Gema Muharram.

“Dalam Gema Muharram 1439 Hijriyah ada beberapa rangkaian kegiatan dilaksanakan, seperti Doa Peralihan Tahun, Tabligh Akbar, Pengembangan Seni Islam melalui treatrikal dan Musik Islami,” tambahnya.

Sementara, Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman diwakili Kepala Badan Keselamatan Bangsa dan Politik Provinsi Riau Drs H Chairul Riski MS MP mengatakan, tradisi Gema Muharram seperti diselenggarakan Pemkab Inhil sudah semestinya untuk dilestarikan dengan tujuan untuk mengembangkan destinasi wisata religi sebagai ikon wisata Provinsi Riau.

“Acara ini (Gema Muharram) menjadi suatu kebanggaan bagi kita. Kebanggaan dilatarbelakangi potensi pengembangan kepariwisataan di Provinsi Riau, terutama di bidang kepariwisataan religi,” ujar Chairul.

Pada even wisata religi Gema Muharram 1439 Hijriyah, Bupati Inhil M. Wardan juga melaksanakan buka puasa dan Salat Maghrib berjamaah dengan para tamu undangan dan ribuan masyarakat di Lapangan Gajah Mada, Tembilahan. (sah)

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan