riauidcom | Berita Riau Terkini

Petani di Desa Rambah Muda Main Motor Cross di Dalam Lumpur

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Petani di Desa Rambah Muda Main Motor Cross di Lumpur Sedalam 1 Meter

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Petani di Desa Rambah Muda Main Motor Cross di Lumpur Sedalam 1 Meter
Motor cross dengan jalur lumpur hingga kedalamam 1 meter di Desa Rambah Muda, Kecamatan Rambah Hilir, Rohul, Riau

ROKAN HULU — Berbagai macam cara dan kegiatan masyarakat dalam memeriahkan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober. Seperti dilakukan oleh warga Desa Rambah Muda, Kecamatan Rambah Hilir, Rokan Hulu (Rohul), Riau, mereka menggelar motor cross.

Uniknya, bila biasanya motor cross hanya dimainkan oleh para rider handal dan sudah terbiasa menaklukkan berbagai rintangan, namun tidak demikian yang dilaksanakan di Desa Rambah Muda.

Justru para petani kelapa sawit dan petani karet di Desa Rambah Muda memilih bermain motor cross di lumpur yang pekat, di salah satu kebun kelapa sawit warga setempat dan melewati rawa-rawa. Lomba tersebut digelar selama dua hari, dimulai Jumat (27/10/2017) hingga Sabtu (28/10/2017).

Lomba diberi nama ‘Duta Gras Track Enduro Rambah Muda’ bukan hanya diikuti para petani sawit dan petani karet, bahkan Kepala Desa Rambah Muda Rian Denny Setiawan, S.Ip ikut menjajal kemampuan di lumpur, bahkan keluar sebagai juara tiga di kelas campuran.

Selain itu, sepeda motor yang digunakan tidak boleh motor trail, namun harus memakai sepeda motor yang biasa dipakai untuk melangsir tandan buah segar atau TBS kelapa sawit atau hasil panen karet.

Kades Rambah Muda Rian Denny Setiawan menyatakan motor cross ini upaya di desanya dalam memeriahkan Hari Sumpah Pemuda ke-89 tahun.

“Kita memilih lomba ini karena mayoritas masyarakat di Desa Rambah Muda berprofesi sebagai petani sawit dan petani karet. Keseharian mereka selalu mengangkut hasil panen atau yang sering disebut melangsir dengan sepeda motor tersebut,” ungkap Deni, Minggu (29/10/2017).

Kades Rambah Muda Rian Denny Setiawan ikut ambil bagian di motor cross dengan trek lumpur

Denny menambahkan Duta Gras Track Enduro yang diikuti sebanyak 40 petani dibagi menjadi tiga kelas, yakni kelas langsir, kelas Campuran dan kelas hiburan. Setiap kelas akan mendapatkan hadiah, terutama untuk juara pertama, juara kedua, dan juara ketiga.

Untuk trek atau jalur yang dipakai sendiri, ungkap Denny, merupakan jalan berlumpur hingga kedalamannya ada yang mencapai sekira 1 meter, serta melewati rawa-rawa.

“Seluruh peserta orang lokal dan petani. Mereka tampak antusias mengikuti perlombaan ini, karena kan mereka sering melewati jalan seperti ini juga,” ungkap Denny.

Kades Rambah Muda menambahkan untuk hadiah juara pertama mendapatkan uang Rp 500 ribu, juara kedua Rp 400 ribu dan juara ketiga Rp 300 ribu untuk kelas modifikasi.

Untuk kelas langsir juara pertama mendapat Rp 400 ribu, juara kedua Rp 300 ribu dan juara ketiga Rp 200. Sedangkan untuk kelas campuran juara pertama Rp 400 ribu, juara kedua Rp 350 ribu dan juara ketiga Rp 300 ‎ribu.

Kades Rambah Muda berharap, melalui kegiatan tersebut pemuda-pemuda di desanya semakin kompak dan bersatu, sehingga pembangunan di desa semakin baik ke depannya.

Pada lomba tersebut, para petani sawit dan petani karet yang mengikuti perlombaan seperti rider motor cross profesional. Meski trek lumpur sedalam 1 meter, mereka terus berupaya menjadi juara.

Tidak jarang dari para peserta terjatuh di kubangan lumpur yang membuat gelak tawa semakin ramai. Malahan, sejumlah pemuda Rambah Muda yang lain terlihat kompak membantu mendorong sepeda motor yang terjebak di dalam lumpur. (sof)

 

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan