riauidcom | Berita Riau Terkini

Polisi Barelang Gagalkan Penyelundupan Shabu dan 27.296 Pil Ekstasi Asal Malaysia - riauidcom

Polisi Barelang Gagalkan Penyelundupan Shabu dan 27.296 Pil Ekstasi Asal Malaysia

Polisi Barelang Gagalkan Penyelundupan Shabu dan 27.296 Pil Ekstasi Asal Malaysia
Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang berhasil gagalkan penyelundupan shabu dan pil ekstasi asal Malaysia

BATAM — Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang, Kepulauan Riau, berhasil menggagalkan upaya penyeludupan Narkoba jenis shabu seberat 6.219 gram dan 27.296 butir pil ekstasi di perairan Pulau Setokok Batam.

Pada penangkapan tersebut, seorang kurir bernama Sabirin Usman (37) diamankan polisi pada operasi di perairan Pulau Setokok.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengungkapkan penangkapan bermula saat Satres Narkoba Polresta Barelang menerima informasi dari masyarakat ada transaksi Narkoba di Pulau Setokok. Polisi langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan di Pulau Setokok.

“Dari informasi itu kita langsung menurunkan personel ke Pulau Setokok. Tidak lama di sana, kita menemukan ada seorang yang menguasai Narkoba dan langsung kita amankan,” ungkap Hengki, Senin (12/2/2018).

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita 27.296 butir pil ekstasi merk Hello Kitty berwana merah muda yang dikemas dalam plastik bening dan enam paket shabu seberat 6.218 gram dikemas dalam bungkusan teh. Kedua jenis barang haram tersebut disimpan di dalam karung beras berwarna kuning.

Setelah diamankan, sambung Kombes Hengki, tersangka merupakan warga Pulau Terong, Kecamatan Belakangpadang langsung digelandang ke Satres Narkoba Polresta Barelang untuk dilakukan pengembangan.

Pengakuan tersangka Sabirin ke polisi, bahwa shabu dan pil ekstasi tersebut didapatnya dari kenalannya asal Malaysia bernama Alex, dan berjanji transaksi Narkoba di Out Port Limited (OPL).

Setelah transaksi, tersangka Sabirin menyembunyikan shabu di Pulau Kosong dan setelah dua hari atau saat situasi di rasa aman, ia mengambil shabu untuk dikirim kepada seseorang bernama Abang di Palembang.

“Sampai saat ini, dua orang masih dalam pengejaran. Keduanya sudah masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni pemilik narkoba di Malaysia dan penerima di Palembang,” tuturnya.

Sabirin juga mengaku telah dua kali menyelundupkan Narkoba dari Malaysia. Namun usaha keduanya menyelundupkan barang haram gagal setelah diamankan polisi. Dalam sekali pengantaran, Sabirin diberikan upah sebesar Rp 40 juta.

“Narkoba ini langsung dibawanya langsung ke Palembang untuk diserahkannya kepada seseorang yang telah menunggu di Palembang,” ungkap Kombes Hengki.

Akibat perbuatannya, Sabirin terancam dijerat Pasal 114 ayat (2) dan 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau hukuman seumur hidup atau mati.

Pengakuan Sabirin saat dikonfirmasi awak media, bahwa dalam upaya penyelundupan pertama dirinya membawa Narkoba dengan jumlah yang sama dengan yang tertangkap pada Selasa (30/1/2018).

“Shabu enam kilo dan ekstasinya segitu juga. Dua kali dan diupah empat puluh juta. Uangnya untuk enjoy,” ungkap tersangka Sabirin. (sul)

 

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan