riauidcom | Berita Riau Terkini

Rekening Bank dan Mobil Mewah Mantan Walikota Madiun Ikut Disita Penyidik KPK - riauidcom

Rekening Bank dan Mobil Mewah Mantan Walikota Madiun Ikut Disita Penyidik KPK

Rekening Bank dan Mobil Mewah Mantan Walikota Madiun Ikut Disita Penyidik KPK
Walikota Madiun Bambang Irianto di gedung KPK

JAKARTA, Riauid.com — Penyidik KPK mengakui sudah sita uang dari sejumlah rekening bank milik mantan Walikota Madiun Bambang Irianto (BI). Dalam perkara ini, BI ditetapkan tersangka dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU) Pasar Besar Madiun.

“Penyidik telah lakukan penyitaan uang di sejumlah rekening bank BTPN, Bank Jawa Timur, dan Bank Tabungan Negara. Rekening tersebut sudah diblokir dan hari ini dilakukan penyitaan. Kami masih meng-kakulasikan berapa yang disita,” jelas Febri Diansya, Juru Bicara KPK, Senin (20/2/2017).

Dari gratifikasi uang, mantan Walikota Madiun ini diindikasi menerima uang sekira Rp50 miliar dari sejumlah SKPD dan pengusaha terkait proyek, serta sumber-sumber tidak sah.

“Dana tesebut dikelola sendiri. Sebagian diselamatkan dan diubah bentuk,” ungkap Febri.

Ia menambahkan, bahwa dana telah diubah oleh Bambang menjadi barang investasi, seperti tanah, emas, saham, menggunakan nama sendiri, nama keluarga dan perusahaan.

Febri mengungkapkan, bahwa penyelidikan indikasi penerimaan gratifikasi dilakukan saat Bambang saat masih menjabat Walikota Madiun.

“Penerimaan gratifikasi selama menjabat sebagai Wali Kota Madiun dalam rentang masa jabatan itu kami lakukan penyidikan apa-apa saja yang diterima. Sumbernya tentu bisa bermacam macan,” tandas Febri.

Bambang Terancam Dijerat Dua Kasus

Mantan Walikota Madiun periode 2009-2014 dan 2014-2019 yang saat ini nonaktif disangkakan Pasal 3 dan atau pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU. Ternyata, selain kasus yang baru menimpanya ini, sebelumnya Bambang sudah diproses untuk dua perkara lain, seperti perkara indikasi tindak pidana korupsi turut serta dalam proyek pemborongan atau pengadaan atau menerima hadiah atau janji Pasar Besar Kota Madiun tahun 2009-2012.

“Pada kasus pertama BI disangkakan melanggar Pasal 12 huruf I atau Pasal 12 B atau Pasal 11,” ungkap Febri.

BI juga tersangkut kasus indikasi tindak pidana korupsi, menerima gratifikasi berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya selama menjabat sebagai Wali Kota Madiun dalam periode 2009-2014 dan periode berikutnya 2014-2019.

Dan untuk kasus kedua, Bambang disangkakan Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

KPK sendiri sudah menyita empat mobil mewah di rumah Bambang di Jalan Jawa, Kota Madiun, Jawa Timur pada Jumat (16/2/2017) malam lalu. Adapun mobil yang disita seperti Hummer warna putih Nopol B 11 RUE, Jeep Rubicon Nopol B 11 RUE, dan Mini Cooper warna putih Nopol B 1279 CGY. (fik)

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan