riauidcom | Berita Riau Terkini

Sadis, Siswi SMK Bunuh Bayinya yang Baru Saja Dilahirkan - riauidcom

Sadis, Siswi SMK Bunuh Bayinya yang Baru Saja Dilahirkan

Sadis, Siswi SMK Bunuh Bayinya yang Baru Saja Dilahirkan
Mayat bayi, ilustrasi

BOGOR, Riauid.com — Dirudung malu karena hamil di luar nikah, seorang siswi SMK di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, nekat membunuh bayi yang baru saja dilahirkan. Akibat ulahnya, siswi berinisial DNA (17) tersebut harus menginap di kantor polisi dan terancam hukuman penjara cukup lama.

Siswi ini dituduh membunuh bayi laki-laki yang baru saja dilahirkan pada Selasa (3/1/2017) lalu di rumahnya di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Dikatakan Kapolresta Bogor Kota Kombes Suyudi Ario Seto, pelaku nekat menghabisi nyawa bayi laki-lakinya karena merasa malu hamil di luar nikah.

“Pelaku melahirkan di toilet rumahnya dan meninggalkan bayi tersebut di dalam ember,” ungkap Kombes Suyudi, Jumat (17/2/2017).

Dalam keterangannya ke penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bogor Kota, siswi berkulit bersih tersebut mengaku sudah hamil sampai melahirkan karena diperkosa.

“Pengakuannya dia hamil karena perkosaan. Keterangannya masih kita dalami,” jelas Kombes Suyudi.

Soal pria yang jadi ayah biologis dari bayi malang tersebut, DNA mengakui adalah seorang pria yang dikenalnya melalui jejaring sosial. Keduanya melakukan hubungan istri di kandang ayam setelah siswi ini dicekoki minuman keras hingga mabuk.

“Saat tak sadar akibat pengaruh miras ia disetubuhi. Saat hamil, pria ini tak mau bertanggungjawab. Ia lalu melahirkan,” ungkap Kombes Suyudi lagi.

Jasad bayi malang sendiri ditemukan oleh seorang tetangga pelaku yang curiga melihat darah yang tercecer di belakang rumah. Saksi kemudian menelusuri darah dan rupanya mengarah ke sebuah ember yang di dalamnya berisi jasad bayi. Kemudian hal itu dilaporkan ke polisi.

“Pihak keluarga langsung mengubur bayi dekat rumahnya. Warga curiga, lalu melapor ke pihak kepolisian. Dari hasil pengembangan kasus tersebut kemudian mengarah kepada pelaku DNA. Kita periksa dan dia mengaku kalau bayi itu adalah bayinya. Pengakuan dia, bayi itu sempat jatuh ke lantai kamar mandi sebelum dimasukkan ke dalam ember,” katanya.

Kombes Suyudi menambahkan, akibat perbuatannya, tersangka DNA dijerat Pasal 80 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 dan 341 KUHP Pasal 1 angka 1 Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. (fik)

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan