riauidcom | Berita Riau Terkini

Tanggul Jebol, Limbah PKS PT EMA Cemari Sungai Batang Lubuh di Kepenuhan - riauidcom

Tanggul Jebol, Limbah PKS PT EMA Cemari Sungai Batang Lubuh di Kepenuhan

Tanggul Jebol, Limbah PKS PT EMA Cemari Sungai Batang Lubuh di Kepenuhan
Petugas Dinas Lingkungan Hidup Rohul sedang mengambil sample

ROKAN HULU — Tanggul kolam penampungan limbah milik Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Eluan Mahkota (PT. EMA) berlokasi di Kecamatan Kepenuhan, Rokan Hulu (Rohul), Riau, dilaporkan jebol dan mencemari aliran sungai.

Akibat tanggul jebol, limbah PKS PT. EMA diindikasi mencemari aliran sungai Batang Lubuh dan ekosistem yang ada. Warga mengungkapkan ratusan ikan dilaporkan mati yang mengaliri empat desa di Kecamatan Kepenuhan.

Warga meminta pemerintah untuk menjatuhkan sanksi tegas ke perusahaan, hingga sanksi pencabutan izin operasional perusahaan.

“Atasnama masyarakat empat desa yang terdampak limbah pabrik PT EMA, kami meminta tanggungjawab perusahaan. Karena kejadian ini juga akan kita laporkan ke Bupati Rohul (Suparman) untuk mencari solusi atas permasalahan ini,” jelas Camat Kepenuhan Recko Roeandra, S.STP didampingi empat kepala desa yang jadi korban pencemaran di kantor PT. EMA, Selasa (17/10/2017).

Recko mengaku atas kejadian itu menyebabkan aliran Sungai Batang Lubuh yang ada di kecamatan tercemar. Limbah juga merusak ekosistem sungai, dan ratusan ikan di aliran sungai mati mendadak.

“Masyarakat jadi resah, karena sungai yang selama ini mereka gunakan untuk beraktivitas sehari-hari seperti mandi, mencuci dan mencari ikan tidak bisa lagi, sudah tercemar limbah pabrik yang mengalir di anak sungai batang lubuh,” ungkap Recko.

Warga mendesak pemerintah untuk mencabut izin perusahaan, sebab hampir setiap tahun kejadian terus berulang, dan kejadian kali ini merupakan kejadian terparah sepanjang sejarah.

Manager PT. EMA, Hasoloan Sianturi mengaku bersalah dan mereka siap bertanggungjawab. Hasoloan mengaku bocornya kolam limbah sampai mencemari aliran sungai disebabkan faktor alam bukan karena unsur kesengajaan.

“Atas nama perusahaan kami minta maaf, ini bukan kami sengaja,” kata Hasoloan.

Mendengar ada limbah PKS PT. EMA bocor, petugas Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Rohul, dipimpin Kabid Pengawasan Asdinoper langsung turun ke lapangan, dan mengambil sampel limbah dan sungai yang tercemar.

“Hasil lab akan keluar 15 hari ke depan. Namun secara kasat mata kita melihat ada unsur kelalaian dari perusahaan sehingga merusak lingkungan sekitar,” kata Asdinoper.

Sejauh ini Dinas LH Rohul sendiri baru mengindikasi pencemaran. Menurut Asdinoper, bila hasil laboratorium membuktikan limbah tidak memenuhi baku mutu, maka PT. EMA bakal ditindak sesuai Undang-Undang Nomor 32, dan dikenakan sanksi pidana maksimal 3 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar. (muh)

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan