riauidcom | Berita Riau Terkini

bapenda rohul tetapkan tiga desa di kecamatan rambah sebagai desa mandiri dan e-pajak pbb-p2

Tiga Desa di Rohul Ditetapkan Sebagai Desa Mandiri dan E-Pajak PBB-P2 Pertama di Indonesia

Tiga Desa di Rohul Ditetapkan Sebagai Desa Mandiri dan E-Pajak PBB-P2 Pertama di Indonesia
Bupati Rohul, dampingi Plt Kepala Bapenda Rohul serahkan simbolis aplikasi Sismiop kepada tiga kepala desa

ROKAN HULU –‎ Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Suparman S.Sos, M.Si melaunching atau meluncurkan Program Desa Mandiri Pajak dan E-Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2)‎, Selasa (10/10/2017), di Convention Hall Masjid Agung Islamic Center, Pasir Pengaraian.

Program Desa Mandiri dan E-Pajak PBB-P2 dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi dan Operasi Pengelolaan (Sismiop)‎, itu merupakan program pertama yang diterapkan di Provinsi Riau, bahkan di Indonesia.

Program tersebut, dilaksanakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Rohul, sebagai upaya tingkatkan sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor PBB-P2.

Di tahap awal, baru tiga desa di Kecamatan Rambah yang ditetapkan sebagai pilot project Program Desa Mandiri‎ dan E-Pajak PBB-P2, yakni Desa Babussalam, Desa Rambah Tengah Utara, dan Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah.

Dengan peluncuran Program Desa Mandiri PBB-P2, dihadiri kepala desa dan Camat dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Rohul, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab, serta Forkompinda Rohul.

Plt Kepala Bapenda Rohul Jonni Muchtar SE, M.Si mengatakan, sebelum peluncuran  instansinya sudah melakukan beberapa persiapan, salah satunya menggelar sosialisasi ke tiga desa yang dijadikan pilot project, termasuk berikan bimbingan teknis atau Bimtek kepada dua admin di tiga desa tentang tata cara pengelolaan PBB-P2.

Jonni mengaku baru tiga desa dijadikan pilot project atau contoh Program Desa Mandiri PBB-P2, karena tergantung anggaran dan pertimbangan jarak tempuh, dan berada di pusat Ibukota Kabupaten Rohul.

“Kita berterima kasih kepada bapak Bupati Rohul yang sudah mendukung Bapenda Rohul dalam meningkatkan PAD selama ini,” sampai Jonni.

Ungkap Jonni lagi, sejak tahun 2012, pemungutan PBB-P2 masih alami beberapa kendala seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang PBB, data wajib pajak (WP) tidak akurat, mutasi WP, potensi PBB belum maksimal, dan ada permintaan Kades untuk mengelola PBB secara mandiri.

Dirinya menargetkan, sekitar 20 desa di Rohul akan dijadikan pilot project‎ Desa Mandiri PBB-P2 hingga akhir 2017.‎ Desa yang dijadikan pilot project merupakan desa yang mempunyai jaringan internet, sebab aplikasi Sismiop akan terhubung dengan server Bapenda Rohul menggunakan akses jaringan internet.

Bupati Rohul Suparman dalam arahannya mengatakan, dirinya sangat menyambut baik dengan peluncuran Program Desa Mandiri dan E-Pajak PBB-P2 dilakukan Bapenda Rohul. Ia berharap para Kades ikut dalam melakukan pemungutan PBB kepada wajib pajak di desanya masing-masing.

Bupati Suparman berharap seluruh Kades melakukan kreativitas dan berbagai terobosan untuk ikut meningkatkan PAD melalui PBB.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Riau mengharapkan dari setiap pertemuan dijadikan para Kades dan Camat untuk terus melakukan terobosan dan inovasi.

“Bentuk upaya meningkatkan PAD, saya terus mendorong untuk kita bersama-sama mencapai target ini (pajak),” ajak Bupati Suparman.

Kata Bupati Suparman lagi, saat ini setiap desa sudah menerima bantuan dana desa dan‎ alokasi dana desa sampai Rp 1,4 miliar. Kini, sudah saatnya pihak pemerintah desa berikan pelayan prima ke warganya.‎

“Saya optimis dan yakin, potensi yang ada di desa nantinya Kepala Desa yang lebih mengetahuinya. Mari kita bersama-sama dalam meningkatkan PBB-P2 di desa masing-masing,” harap Bupati Suparman.‎ (Adv/Hum/Sof)

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan