riauidcom | Berita Riau Terkini

Tuntut Lahan di PT. Hutahaean, Ribuan Warga 3 Desa di Tambusai dan GPMTT Geruduk Kantor Bupati Rohul - riauidcom

Tuntut Lahan di PT. Hutahaean, Ribuan Warga 3 Desa di Tambusai dan GPMTT Geruduk Kantor Bupati Rohul

Tuntut Lahan di PT. Hutahaean, Ribuan Warga 3 Desa di Tambusai dan GPMTT Geruduk Kantor Bupati Rohul

ROKAN HULU — Ribuan masyarakat dari tiga desa di Kecamatan Tambusai bersama Gerakan Pemuda Mahasiswa Tambusai Timur (GPMTT), gelar akri demontrasi damai di Kantor Bupati Rokan Hulu (Rohul), Kamis (10/8/2017).

Aksi damai warga, dimulai di pintu gerbang Kantor Bupati di Pasir Pengaraian dan mendapat kawalam ketat personel Polres Rohul dan‎ personel Satpol PP Rohul, massa menyampaikan empat tuntutan.

Dalam tuntutannya, mereke meminta Polda Riau segera menahan bos PT. Hutahaean, apalagi belum lama ini pihak Kepolisian sudah menetapkan tersangka pihak perusahaan.

Tuntutan lain, PT. Hutahaean kebun Batang Kumu, Kecamatan Tambusai mengembalikan tanah ulayat seluas 835 hektar milik tiga desa di Kecamatan Tambusai yakni Desa Tambusai Timur, Desa Tingkok, dan Desa Lubuk Soting.

Ketiga, masyarakat tiga desa mendukung Pemkab Rohul mengusut pajak PT. Hutahaean. Dan ke empat, masyarakat meminta pemberhentian segala aktivitas di areal Afdeling VII perkebunan PT. Hutahaean kebun Batang Kumu.

Kedatangan ribuan masyarakat‎ dan GPMTT, diterima oleh Asisten I Setdakab Rohul Juni Syafrin, dan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Rohul Ir. Sri Hardono. Sri Hardono mengakui, memang sudah sejak 2012 silam masalah lahan di PT. Hutahaean belum terselesaikan.

Sri Hardono menyatakan, Disnakbun Rohul sudah mendapat sinyal dari Bupati Rohul H. Suparman S.Sos, M.Si untuk langkah penyelesaian, dan akan memanggil pihak PT. Hutahaean secepatnya.

Bahkan, saat dilakukan mediasi, secara langsung Bupati Rohul, H Suparman via telepon berjanji akan bertemu kembali dengan masyarakat dan PT Hutahaean dan segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

Asisten I Setdakab Rohul Juni Syafrin mengatakan, semua aspirasi masyarakat tiga desa akan disampaikan kepada Bupati Rohul, termasuk untuk pemanggilan pihak PT. Hutahaean, Senin besok.

Sekretaris Umum Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Tambusai Timur (GPMTT) Roganda mengatakan aksi damai menuntut agar tanah ulayat 835 hektar dikelola PT Hutahaean dikembalikan.

Masyarakat juga mendesak Polda Riau segera proses PT Hutahaean yang kini sudah ditetapkan tersangka, serta mengganti rugi pola kemitraan yang sudah 15 Tahun dibentuk tokoh masyarakat dengan PT Hutahaean tidak ada hasilnya hingga kini, agar dikembalikan.

“Hutahaean licik, susah diajak kompromi,” tegas Roganda, didampingi Ketua Umum GPMTT, Paisal Siregar.

Seorang demonstran dari Desa Lubuk soting Puli Hasibuan mengaku ia ikut aksi damai ke Kantor Bupati Rohul untuk menuntut dikembalikan tanah diambil PT. Hutahaean.

Rencananya, Senin esok GPMTT akan kembali ke kantor Bupati untuk hadiri mediasi yang akan dilakukan Bupati Rohul, menyelesaikan permasalahan yang ada.

“Bila itu tidak berpihak ke masyarakat, maka ribuan masyarakat dari tiga desa di Kecamatan Tambusai akan menggelar aksi damai serupa lagi,” ungkap Paisal. (sof)

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan