riauidcom | Berita Riau Terkini

Usia Bisa 120 Tahun, Rupanya Mbah Biyung Konsumsi Nasi Sedikit, Perbanyak Sayur, Buah dan Rajin Shalat - riauidcom

Usia Bisa 120 Tahun, Rupanya Mbah Biyung Konsumsi Nasi Sedikit, Perbanyak Sayur, Buah dan Rajin Shalat

Usia Bisa 120 Tahun, Rupanya Mbah Biyung Konsumsi Nasi Sedikit, Perbanyak Sayur, Buah dan Rajin Shalat
Bhabinkamtibmas Polsek Rambah Hilir Bripka Totok Nurdianto SH foto bersama Mbah Biyung

ROKAN HULU — Saat ini, jarang-jarang usia manusia berumur panjang. Salah satu penyebabnya karena gaya hidup yang berbeda dengan zaman dahulu. Bahkan tidak jarang, meski masih usia muda sudah banyak yang meninggal dunia, salah satunya karena penyakit.

Awetnya usia seseorang dipercaya ditentukan dari hidup disiplin dan gaya hidup. Seperti dilakukan oleh Mbah Biyung yang tinggal bersama anak dan cucunya di DU SKPD RT 08 Rw 02 Dusun 3 Desa Rambah Muda, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Meski kehidupan yang dijalaninya biasa-biasa saja, namun usia Mbah Biyung saat ini sudah mencapai 120 tahun. Bahkan wanita ini masih beraktivitas seperti biasa.

Mbah Biyung bukanlah wanita atau nenek sembarangan. Nenek yang ramah senyum dan suka menyapa ini usianya sudah 120 tahun. Bila dilihat dari fisik memang sudah renta, namun mata si mbah masih jelas untuk melihat.

Babinkamtibmas Polsek Rambah Hilir Polres Rohul  Bripka Totok Nurdianto SH, Minggu (25/2/2018) mengaku kaget ketika dirinya bertamu ke rumah Mbah Biyung beberapa hari lalu.

Bripka Totok yang beberapa kali meraih piagam penghargaan atas prestasinya baik dari Kapolri, Kapolda Riau maupun Kapolres Rohul merasa salut dan heran dengan Mbah Biyung.

Saat ini, ungkap Totok, jarang sekali ditemukan orang yang usianya di atas seratus tahunan lebih. Bukan hanya itu saja, juga memiliki fisik yang kuat, serta mampu melaksanakan aktifitasnya sehari hari termasuk laksanakan ibadah Shalat dengan masih berdiri kokoh.

“Kita heran karena seusia Mbah Biyung mencapai 120 tahun, tapi masih mampu melakukan aktifitasnya, baik shalat lima waktu, berbicara, melihat, dan ini menunjukan kuas Allah,” ungkap Totok.

Bhabinkamtibmas Polsek Rambah Hilir Bripka Totok Nurdianto SH mengunjungi kediaman Mbah Biyung di Desa Rambah Muda, Kecamatan Rambah Hilir

“Namun itu tidak terlepas kegigihan Mbah Biyung yang mempertahankan untuk hidup sehat dan melakukan ibadah shalat setiap harinya. Ini jadi pengalaman dan guru yang berharga bagi kita semua. Karena bila ingin hidup awet seperti Mbah Biyung dari sekarang ikuti apa yang sudah dilakukannya,” katanya.

“Apalagi di zaman sekarang ini kita tahu bahwa banyak sumber penyakit dan hal-hal yang sifatnya tidak sehat bahkan merusak kesehatan,” tambah Totok.

Saat dikunjungi Bripka Totok, Mbah Biyung bercerita panjang banyak soal usianya yang lebih satu abad tersebut. Bahkan ingatannya masih kuat dan masih punya semangat hidup yang kuat. Saat itu Mbah Biyung yang biasa disapa Mbah Wek mengaku dirinya lahir sejak masa penjajahan Belanda.

Saat ini dirinya tidak mengetaui persis umurnya seratus berapa, namun menurut salah seorang anak terdekatnya yang keseharian nya merawat dan memperhatikan Mbah Biyung menyatakan, dirinya lahir sekitar tahun 1900-an. Mbah Biyung mengaku, dirinya seorang perantau dan hijrah ke Rohul ikut program transmigrasi.

“Mbah hanya melaksanakan ibadah Shalat lima waktu sehari semalam, ditambah shalat Tahajud hingga kini. Lainnya yang selama ini dikerjakannya, menu makanan sejak muda makan  tidak terlalu banyak. Namun lebih banyak mengkonsumsi sayur mayur,buah buahan serta banyak minum air putih yang dimasak dengan kayu,” ungkap Mbah Biyung ke Bripka Totok.

Totok mengaku Mbah Biyung hebatnya lagi masih cakap, bahkan memiliki indra ke enam. Namun pesan Mbah yang paling utama tunaikan Shalat 5 waktu.

“Ini sesuatu yang berharga, bukan dilihat dari sisi usianya yang sudah diatas 100 tahun lebih saja, namun dalam melaksanakan ibadah Shalat lima waktu. Serta di kehidupannya sehari-hari dirinya juga memiliki prinsip. Kita bisa mengambil hikmah apa yang sudah diajarkan dan dilaksanakan Mbah Biyung, semoga apa yang kita lihat dan dengan ini bermanfaat,” harap Totok.

Mbah Biyung sendiri kini diurus oleh cucunya Ibu Wati. Wati mengaku saat ini si Mbah menderita penyakit tumor, hanya saja si Mbah tidak mau dibawa berobat. Kini si Mbah mengaku tidak merasakan sakit, dirinya selalu bersyukur karena hingga usia 100 tahun lebih masih mampu berdiri, berjalan, berbicara, melihat dan mendengar. (sof)

 

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan