riauidcom | Berita Riau Terkini

Warga Batang Kumu Mengamuk Mendengar Lahan di Akan Dieksekusi

Warga Batang Kumu Mengamuk Mendengar Lahan di Batas Riau-Sumut Akan Dieksekusi

Warga Batang Kumu Mengamuk Mendengar Lahan di Batas Riau-Sumut Akan Dieksekusi
Warga Desa Batang Kumu meluapkan kemarahannya kepada Camat Tambusai Muammer Ghadafi

ROKAN HULU — Ratusan warga Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, mengamuk karena tiba-tiba saja mendengar bahwa lahan yang sudah mereka beli dan miliki 10 tahun lebih akan dieksekusi dan diserahkan ke perusahaan.

Mereka juga mengamuk kepada Camat Tambusai Muammer Ghadafi, Minggu pagi (15/10/17) sekira pukul 09.00 WIB, saat melakukan sosialisasi tentang intruksi Bupati Rohul H. Suparman S.Sos, M.Si tentang adanya putusan Mahkamah Agung (MA).

Diakui warga Batang Kumu, lahan mereka yang berada di perbatasan Riau-Sumatera Utara (Sumut) akan dieksekusi karena milik perusahaan, dalam hal ini PT. Mazuma Agro Indonesia (MAI).

Bukan hanya Camat Tambusai saja yang jadi objek kemarahan warga pemilik lahan. Bahkan, seorang oknum warga yang mengaku orang‎ dekat Bupati Rohul juga nyaris dikeroyok warga.

‎Selain Camat Tambusai, pada sosialisasi itu dihadiri juga personel Polsek Tambusai, Kades Batang Kumu Afnan Pulungan, dan Kadus Kali Kapuk Haris Daulay.

Warga Batang Kumu juga mengaku terkejut bahwa lahan mereka sudah dirawat 10 tahun lebih akan dieksekusi berdasarkan putusan MA, padahal selama ini mereka tidak melayangkan gugatan apalagi digugat.

“Kenapa kami tergugat, padahal selama ini kami tidak pernah menggugat dan digugat.‎ Kenapa ada surat keluar seperti ini,” kata warga.

Warga Desa Batang Kumu menegaskan mereka tidak mau lahan dieksekusi seenaknya. Bahkan mereka tidak mau lahan mereka diganti rugi, apalagi lahan tersebut sudah ditanami kelapa sawit dan karena menjadi sumber pencarian mereka sekira 10 tahun belakangan.

“Kami kan heran, masak tiba-tiba dengar kabar lahan kami mau dieksekusi. Kita pun menyampaika‎n keberatan,” ungkap Nelson, warga Desa Batang Kumu, Minggu.

Nelson mengaku sesuai sosialisasi Camat Tambusai, bahwa lahan mereka milik perusahaan karena kalah gugatan di MA.

“Ekseskusi itu tidak logika bagi kami. Ini lahan kami, jangan seenaknya dieksekusi,” kata Nelson.

Di lain tempat, Camat Tambusai Muammer Ghadafi mengaku melakukan sosialisasi hanya melaksanakan intruksi Bupati Rohul Suparman yang meminta warga pemilik lahan di perbatasan Riau-Sumut untuk tetap aman, tentram dan tidak anarkis.

“Bupati (Rohul) yang intruksikan agar masyarakat aman dan tentram, jangan ada anarkis,‎” kata M. Ghadafi kepada wartawan melalui selulernya.

Diakui Ghadafi, untuk ganti rugi dari perusahaan memang tidak ada, namun Bupati Rohul akan mengupayakan ada ganti rugi lahan warga di perbatasan Riau-Sumut yang kena eksekusi.

Ditanya lahan di blok mana yang jadi objek gugatan dan akan dieksekusi, Ghadafi mengaku belum mengetahuinya. Ia juga tidak mengetahui siapa yang mengajukan gugatan hingga lahan warga tiba-tiba mau dieksekusi.

“Warga menolak. Memang untuk ganti rugi tidak ada, tapi Bupati mengupayakan ada ganti rugi,”‎ ujarnya.

“Bupati hanya minta tolong sampaikan ke warga, selain Camat dan Kades, agar keamanan tetap kondusif. Itu saja sih,”‎ pungkas Camat Tambusai M. Ghadafi. (sof)

 

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan